Muat Kalimat yang Mendiskreditkan Kaum Nahdliyyin
BANTUL – Buku mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dipersoalkan. Dalam buku pelajaran untuk siswa kelas VII madrasah tsanawiyah (MTs) tersebut terdapat kalimat yang dinilai mendiskreditkan kaum Nahdliyyin.
“Di halaman 14 ada kalimat berhala itu sekarang adalah kuburan wali,” terang salah satu tokoh NU Bantul Aslam Ridlo kemarin (16/9).
Aslam mengaku belum melihat langsung buku pelajaran tersebut. Hanya saja, belakangan ini dia kerap mendapatkan laporan dari warga. Baik melalui sms, maupun broadcast BlackBerry Messenger.
“Orang NU ziarah ke makam para wali bukan untuk memuja, atau bahkan menyembah. Amaliah ini sebagai bentuk penghormatan kepada mereka,” ujarnya.
Para wali, kata Aslam, merupakan pelaku dan penyebar agama Islam di Indonesia. Khususnya di pulau Jawa. Dari itu, Aslam pun meminta agar Kementerian Agama (Kemenag) mengoreksi kembali buku tersebut. Bahkan ditarik kembali dari peredaran jika memang terdapat muatan yang mendiskreditkan kaum Nahdliyyin. “Kami belum lapor resmi ke Kemenag,” tambahnya.
Terpisah, Kabid Madrasah Kemenag Bantul Jauzan mengatakan, buku pelajaran SKI untuk kelas VII sudah didistribusikan ke berbagai madrasah oleh Kanwil Kemenag DIJ. “Sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat,” ungkapnya.
Meski begitu, Jauzan berjanji akan melakukan pengecekan. Kemenag akan menarik kembali buku tersebut jika memang di dalamnya terdapat kalimat “Berhala itu sekarang adalah kuburan wali”. (zam/jko)

Pendidikan