JOGJA – Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melepas mahasiswa peserta program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T). Mereka disebar di berbagai daerah di Indonesia, yaitu Raja Ampat (Papua Barat) 29 orang, Ngada NTT 38 orang, Alor NTT 37 orang, Gayolues Aceh 56 orang, Malinau Kalimantan Utara 51 orang, dan Pegunungan Bintang Papua 22 orang. “Mereka berangkat sebagai duta bagi UNY. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues hanya mempercayakan SM-3T pada UNY,” kata Wakil Rektor II UNY Dr Mohammad Alip saat melepas peserta SM-3T di Auditorium UNY, kemarin (1/9).
Alip menambahkan, Program SM-3T akan dilaksanakan selama setahun dengan tujuan membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan, khususnya kekurangan guru. “Program ini untuk mempersiapkan calon pendidik yang profesional sebelum mengikuti PPG,” terangnya. Seorang peserta SM-3T, Bejo Raharjo mengatakan, dirinya bangga ikut mengambil peran dalam meratakan pendidikan di Indonesia. Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FBS UNY ini berharap, pendidikan daerah yang dituju nanti dapat maju. “Saya berharap pengabdian di daerah 3T berjalan lancar, sehingga kembali dengan selamat,” kata Raharjo. (mar/jko)

Pendidikan