JOGJA – Jelang Idul Fitri 1435 H, Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) Pemprov DIJ mengingatkan sekolah di Jogjakarta agar menaati jadwal belajar mengajar. Pada 4 Agustus 2014 seluruh pegawai, guru, dan siswa harus sudah masuk ke sekolah. Imbauan ini disampaikan karena waktu liburan panjang lebaran dinilai sudah cukup yaitu mulai 21 Juli lalu hingga 3 Agustus.”Hari Senin, 4 Agustus 2014 guru, pegawai dinas pendidikan, dan pegawai sekolah tidak boleh memperpanjang waktu libur,” kata Kepala Disdikpora DIJ Baskoro Aji kepada Radar Jogja kemarin.
Untuk mencegah guru bolos, disdikpora akan membentuk tim pengawas. Tim akan mengecek absensi pada 4 Agustus 201 terutama bagi guru berstatus PNS di sekolah. Apabila ada guru yang bolos akan dikenai saksi sesuai undang-undang. “Kalau bolos tentu akan dikenai saksi. Sanksinya kami serahkan kepada dinas pendidikan di kabupaten/kota,” tambah Aji.Mengenai pengadaan seragam atau pungutan sekolah, Aji menegaskan sekolah dilarang melakukan pengadaan seragam atau menarik pungutan. Larangan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur DIJ 21/2012 tentang PPDB TK/RA dan Sekolah dan Madrasah. Larangan tersebut juga diatur dalam PP 17/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan dan Permendikbud 45/2014 tentang Seragam.
Dalam Pasal 181 PP 17/2010 dijelaskan bahwa pendidik dan tenaga kependidikan baik perseorangan maupun kolektif dilarang menjual buku, bahan ajar, seragam, maupun bahan seragam. Serta dilarang memungut biaya dalam memberikan bimbingan belajar atau les kepada peserta didik di satuan pendidikan. Adapun dalam Permendikbud 45/2014 diatur bahwa pengadaan seragam sekolah itu diserahkan pada orangtua atau wali. Sehingga sekolah tidak berhak melakukan pengadaan seragam.”Disdikpora belum menerima laporan adanya praktik pengadaan seragam maupun pungutan sekolah. Orang tua siswa diberi kebebasan membeli seragam sendiri,” terang Aji. (mar/iwa)

Pendidikan