JOGJA – Menjamurnya batok kelapa limbah dari penjual kelapa muda menarik perhatian lima Mahasiswa Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNY. Yakni, Dina Chaerunnisa, Husnatun Nihayah, Dian Larasati, Milatus Sa’diyyah, dan Cinthya Indrastyawati. Ke-5 mahasiswa tersebut berdiskusi dan ingin memanfaatkan batok kelapa yang menjamur di berbagai sudut kota di Jogjakarta.Setelah berdiskusi mereka pun sepakat untuk memanfaatkan batok kelapa muda tersebut untuk dijadikan tas laptop yang menarik. Penelitian mereka berjudul Rintisan Usaha Kreatif Pemanfaatan Limbah Batok Kelapa Muda Sebagai Bahan Baku Tas Laptop “Cocos Lepita” Bermotif Unsur Periodik Yang Unik Bernilai Seni Berdaya Jual Tinggi.
Dina mengatakan, pembuatan tas laptop bermotif unsur periodik dari batok kelapa muda merupakan alternatif yang sangat tepat. Sebab, disamping membantu pemerintah dalam mengatasi limbah batok kelapa muda juga memberi nilai tambah baik dari segi ekonomi, seni kerajinan maupun pengetahuan bagi pelajar.Lebih lanjut, Dina menerangkan, tas laptop merupakan barang wajib bagi pengguna laptop untuk melindungi barang berharga tersebut dari goresan dan sebagainya. Melihat penggunaan laptop di kalangan pelajar dan mahasiswa bisa dikatakan merupakan suatu kewajiban, yang digunakan untuk mengerjakan tugas atau sekedar chatting di tempat-tempat tongkrongan.
Pada umumnya, tas batok kelapa ini tidak jauh beda dengan tas lain. Sebab, tas ini bahan baku dasarnya ialah kain yang bermotif batik, kartun atau polos. Selanjutnya, tas dibuat sesuatu yang baru dengan memanfaatkan limbah batok kelapa muda sebagai bahan baku pembuatan tas laptop dari batok bermotif unsur periodik. “Fungsi batok sebagai pengaman dan hiasan,” kata Dina.
Menurutnya, tas batok ini dibuat berbagai varian yaitu Cocos Lepita 12 inci dan 14 inci. Untuk ukuran 12 inci harganya Rp 100 ribu dan 14 inci Rp 125 ribu. Selain produk tas laptop, mereka juga memproduksi tas batok bermotif ulir, kotak tisu, sarung bantal, dan tas ransel. Untuk mengenalkan tas batok kelapa ini, mereka mendatangi konsumen secara langsung. Selain itu, mereka sedang melobi toko kerajinan di Bandung. “Kami juga memasarkan melalui online facebook cocos lepita, blog tascocoslepita.blogspot.com, dan twitter @cocoslepita,” terang Dina. (mar)

Pendidikan