JOGJA – Civitas akademika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) patut berbangga. UNY mendapat kunjungan 13 mahasiswa asal Burapha University Thailand pada 16-30 Juni 2014. Kedatangan mereka ingin mengetahui proses belajar mengajar sekaligus sistem pengajaran yang ada di kampus tersebut. Selama 16 hari di UNY, mereka mengikuti serangkaian kegiatan kampus. Antara lain, kursus Bahasa Indonesia, seminar tentang kurikulum pendidikan hingga mengikuti kegiatan Jogja Fashion Week 2014 di Jalan Malioboro dengan memakai pakaian tradisional Thailand.
Selain itu, sebelum pulang, mahasiswa Thailand ini mengakhiri kegiatan dengan belajar membatik di Ruang Batik FBS UNY dan mengunjungi Candi Prambanan dan Borobudur. Kunjungan ini sekaligus mengenal budaya Indonesia yang memilih banyak candi. Rektor UNY Rochmat Wahab mengatakan pertukaran pelajar antara mahasiswa Indonesia dengan Thailand bisa menjadi pintu pembuka pengembangan sumber daya pengajar antarnegara. Mahasiswa Burapha dapat menjadi pengajar di Indonesia. Sebaliknya, mahasiswa UNY dapat mengajar di Thailand. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus dilanjutkan,” kata Rochmat.
Dia berharap pertukaran pelajar ini dapat berguna bagi kedua negara. Sebab, kegiatan ini dapat meningkatkan wawasan pemahaman antarbudaya Thailand dengan Indonesia sebagai persiapan menuju Asian Economic Community 2015. “Masing-masing negara mendapatkan pengalaman dan ilmu dari pertukaran pelajar ini,” katanya. Menurut Kwanarporn Shakaret dari English Language Teaching Burapha University, dia bersama rombongan mahasiswa Thailand mendapatkan banyak pengalaman. Apalagi, Kota Jogja merupakan kota pendidikan sekaligus budaya. “Kami senang bisa belajar Bahasa Indonesia dan seni Indonesia,” kata Kwanarporn Shakaret. (mar/iwa)

Pendidikan