JOGJA – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIJ kembali menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLSN) 2014 tingkat SMP se –DIJ, kemarin (22/4). Penyelenggaraan tahun ini digelar di dua tempat sekaligus. Yaitu Kantor Disdikpora Jalan Cendana, Jogjakarta dan Area SMKI, SMSR, SMM di Bugisan Kasihan Bantul.
Kepala Seksi SMP Disdikpora DIJ, Supriyono SIP mengungkapkan, penyelenggaran ini melibatkan SMP dari Kabupaten Sleman, Gunungkidul, Kulonprogo, Bantul, dan Kota Jogja. Konsep penyelenggaraan ini melalui seleksi yang ketat. Selain itu, penyelenggaraan tahun ini ada penambahan dua cabang eksibisi, sehingga jadi 13 cabang.
“Jadi ada pantomim dan kaligrafi yang masuk sebagai cabang baru. Tetapi tidak sampai nasional. Sedangkan untuk nasional ada 11 cabang, di mana pemenang di tingkat provinsi akan berangkat ke Semarang pada Juni besok,” kata Supriyono di Kantor Disdikpora.
Supriyono meneruskan, dua cabang eksibisi ini digelar karena potensi dan antusias di kalangan pelajar SMP cukup tinggi. Menurutnya, dengan menampung cabang eksibisi tersebut, harapannya bisa memetakan potensi pelajar. Tujuannya, agar eksibisi ini bisa diselenggarakan di tingkat nasional.
Supriyono berharap, melalui FLSN bisa menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap seni, khususnya tradisi. Dalam berbagai cabang, juga turut melombakan seni tradisi. Seperti tari dan permainan music tradisonal. Khusus musik tradisi, peserta diminta memainkan musik dolanan yang jarang diperdengarkan.
“Bisa menjadi ajang memupuk kecintaan terhadap seni tradisi yang dimiliki. Tembang-tembang bocah tidak hanya sekadar nyanyian, tapi ada pesan dan filosofi akan kehidupan. Nilai-nilai inilah yang penting bagi para siswa,” ujar Supriyono.
Penanggungjawab FLSN 2014, Lilis Susilawati mengatakan, peserta yang lolos provinsi melalui berbagai tahapan. Mulai class metting tingkat sekolah, lalu seleksi di tingkat kecamatan, meningkat di kabupaten dan kota, dan terakhir di provinsi.
Sebelum masuk dalam tingkat nasional, Lilis menambahkan, ada pembinaan dan pembekalan terlebih dulu. Pembinaan dan pembekalan akan dilakukan kurang lebih enam hari, sebelum Juni. Bahkan, beberapa akademisi dilibatkan dalam pembekalan.
“Tentunya dibekali akademisi yang ahli di bidangnya agar matang saat mewakili DIJ. Misal, tradisi menguatkan konsep dan makna dari tradisi tersebut. Selain itu, guna menambah rasa percaya diri anak-anak,” tegas Lilis ditemui di Pendopo SMKI Bugisan, Kasihan Bantul.
Adapun pemenang dari ke-13 cabang tersebut adalah SMPN 1 Karangmojo Gunungkidul meraih dua cabang sekaligus, cabang tari dan musik tradisi. Cabang seni lukis dan cipta puisi diraih SMPN 4 Pakem Sleman. Cabang vocal grup diraih SMPN 5 Jogja, pantomim dimenangkan SMPN 8 Jogja.
Untuk cabang kaligrafi, diraih SMPN 4 Playen Gunungkidul, cabang solo vocal diraih SMPN 2 Pundong Bantul. Cabang membatik diraih SMPN 1 Bantul, story telling diraih SMPN 1 Kalasan Sleman. Sedangkan cabang cipta cerpen diraih SMPN 1 Wonosari, cipta lagu SMP Stella Duce 1 Jogja. MTQ putra diraih SMPN 1 Lendah Kulonprogo dan MTQ putri oleh SMPN 1 Sewon Bantul.(dwi/hes)

Pendidikan