JOGJA – Bermain game di komputer banyak digemari. Game memiliki dua karakter, yaitu positif karena mendidik dan negatif atau tidak mendidik. Kebanyakan, game tersebut memiliki nilai-nilai negatif yang rata-rata menonjolkan kekerasan dalam kontennya.
Untuk mengimbangi game bermuatan negatif, saat ini banyak game yang mendidik atau dikenal sebagai game edukasi. Salah satu karya siswa Kesatuan Bangsa School (KBS), Rizaldy Muhammad Nusantara yang membuat game bernama Riddle Cave.
Game komputer ciptaannya ini cukup sederhana. Rizaldy membuat dengan menggunakan aplikasi pembuat game bernama RPG Maker VX Ace. Game ini menantang logika berpikir pemainnya, karena dalam petualangan tokohnya disisipkan pertanyaan-pertanyaan yang harus dijawab pemain.
“Pemain hanya perlu mencari jalan menuju level selanjutnya. Agar bisa naik ke level selanjutnya, pemain harus menjawab pertanyaan logika. Jika berhasil menjawab, pintu terbuka. Sebaliknya, jika tidak, permainan langsung berakhir,” papar Rizal, baru-baru ini.
Dikatakan Rizal, segmen game Riddle Cave diperuntukkan bagi siswa SMP ke atas. Karena pertanyaan-pertanyaan logika dalam game tersebut masih sulit dipecahkan siswa SD ke bawah.
Salah satu contoh logika berpikir yang ditayangkan dalam game tersebut, jika ada tujuh burung sedang terbang, tiga di antaranya ditembak pemburu. Lalu, berapa burung yang lari. Ada pula pertanyaan yang menuntut logika, lebih berat 50 kilogram kapas atau 50 kilogram beton?
“Pertanyaan yang ditampilkan dikira sebagai pertanyaan matematika sederhana dan akan dijawab empat burung. Jika menggunakan logika berpikir, jawaban yang benar ialah nol atau tidak ada. Kenapa? Karena burung itu terbang, bukan lari,” jelasnya.
Saat diujicobakan ke masyarakat, banyak yang tidak mencapai level akhir. Game buatan siswa kelas 2 SMP ini dibuat sebanyak tujuh level. Menurut Rizal, motivasinya membuat game edukatif ini, selain tertarik pada pengembangan game melalui aplikasi, model game edukatif belum banyak dijumpai saat ini. Rizal meneruskan, kebanyakan game online atau aplikasi game justru menampilkan banyak kekerasan. “Jelas tidak baik bagi pemain yang usianya belum dewasa,” imbuhnya.
Ke depannya, Rizal berencana mengembangkan game buatannya lebih kompleks lagi. Pertanyaan tidak hanya seputar logika, tapi bisa berupa kasus untuk menantang pemainnya memecahkannya.
Diakui Rizal, Riddle Cave yang hanya dibuat sehari ini merupakan game pertamanya. Meski sederhana, ia mengaku puas dengan hasilnya.
“Saya ingin belajar lebih banyak mengenai pembuatan game, termasuk pengembangannya dengan aplikasi pembuatnya yang lebih rumit lagi,” tegasnya.(bhn/hes)

Pendidikan