Gubernur DIJ Hamengku Buwono X dijadwalkan melantik Beny Suharsono sebagai Sekprov menggantikan Kadarmanta Baskara Aji yang telah pensiun sejak 1 Maret lalu. Sebelum diangkat sebagai Sekprov, jabatan Beny sehari-hari adalah kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIJ.
Acara pelantikan Sekprov dimulai sekitar pukul 09.00. Itu sesuai dengan bunyi undangan yang ditandatangani Pj Sekprov DIJ Wiyos Santoso. “Mengharap dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu/Saudara pada upacara pelantikan dan pengambil sumpah Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekprov DIJ,” demikian bunyi undangan yang beredar sejak Jumat pagi (19/5) lalu.
Dua jam usai melantik Beny, gubernur masih di Bangsal Kepatihan pada pukul 12.00 gantian bakal melantik dua Pj kepala daerah. Keduanya adalah Singgih Raharjo sebagai Pj wali kota Jogja dan Ni Made Dwipanti Indrayanti menjadi Pj bupati Kulonprogo. Saat ini Singgih masih menjabat kepala Dinas Pariwisata DIJ. Adapun Ni Made menjadi kepala Dinas Perhubungan DIJ.
Munculnya nama Beny, Singgih, dan Ni Made ini persis seperti bocoran yang sudah ditulis Radar Jogja pada Rabu (10/5). Rencananya, pelantikan Sekprov berlangsung dua pekan lalu. Pemprov mengirimkan kurir khusus dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ pergi ke Jakarta. Tujuannya mengambil salinan keputusan presiden (Keppres) pengangkatan Beny sebagai Sekprov. Namun misi itu ternyata tak berhasil. Keppres belum bisa dibawa pulang.
“Alasannya, terkendala sistem online. Harus antre sebelum diteken Presiden Joko Widodo,” cerita seorang sumber kemarin (21/5).
Lantaran keppres belum ada di tangan, agenda pelantikan akhirnya tertunda. Komunikasi dengan pemerintah pusat secara intensif ditempuh. Itu dilakukan dengan pertimbangan bila sampai tertunda lebih lama, masa tugas Beny sebagai Sekprov bakal semakin pendek.
Sebab, Beny telah memasuki usia 58 tahun pada Jumat (12/5). Sesuai regulasi, masa tugas sekretaris provinsi, kabupaten, dan kota tidak boleh kurang dari dua tahun. Batas usia pensiun Sekprov adalah 60 tahun.
Lobi itu ternyata berhasil. Ada undangan datang dari Sekretariat Kabinet (Setkab) RI. Tidak seperti misi awal, kali ini Beny yang berangkat langsung ke ibu kota. Mengambil keppres yang sudah diteken presiden.
Seorang sumber yang mengetahui peristiwa itu menceritakan, Beny diterima di Setkab pukul 09.00 pada Senin (15/5) lalu. Tepat seminggu sebelum dirinya hari ini dilantik.
Beny berangkat dari Bandara Adisutjipto sekitar pukul 06.00. Mendarat di Bandara Halim Perdanakusuma sejam kemudian. “Dari Jogja memakai pesawat Batik” ungkap sumber itu.
Tidak diduga saat berada di pesawat, Beny bertemu dengan mantan atasannya Tavip Agus Rayanto. Ketika Beny menjadi salah satu kepala bidang di Bappeda, Tavip merupakan atasan langsungnya. Tavip cukup lama mengepalai Bappeda.
Tiga tahun lalu, tepatnya pertengahan 2019, Tavip pernah menjadi salah satu kandidat kuat Sekprov DIJ. Namun sejak 2020 hijrah ke Jakarta. Birokrat kelahiran Purworejo, Jawa Tengah, itu promosi sebagai Sekretaris Utama (Sestama) BKKBN RI.
Sedangkan karir Beny, dari Bappeda naik ke eselon dua sebagai kepala Biro Tata Pemerintahan Setprov DIJ. Kemudian Sekwan DPRD DIJ, Paniradya Pati Kaistimewaan dan kepala Bappeda DIJ.
Saat dikonfirmasi soal agenda ke Setkab itu, Beny hanya tertawa. Dia tak bersedia menjawab secara langsung. “Di era digital kok antenanya semakin tinggi,” elaknya.
Soal undangan pelantikan sebagai Sekprov, pria asal Bumiayu, Brebes itu mengaku belum tahu. Alasannya belum mengeceknya. “Undangan yang sudah ada menghadiri pelantikan Pj wali kota dan Pj bupati Kulonprogo,” hindar Beny.
Seorang senior Beny mengungkapkan, sejak beberapa hari lalu telah mengetahui bakal dilantik sebagai Sekprov. Dia bercerita Beny telah meneleponnya. Dengan bahasa santun, Beny ingin terus bisa berkonsultasi. Menimba pengalaman dari para seniornya. “Sekaligus minta doa restu supaya semuanya berjalan lancar,” katanya.
Lain lagi cerita para alumni Bappeda DIJ yang minggu lalu mengggelar reunian. Acara berlangsung di kawasan Jalan Magelang, Sleman. Ikut hadir dalam acara itu Kepala Dinas Perhubungan DIJ Ni Made Dwipanti Indrayanti.
Sama seperti Beny, Ni Made juga pernah menjabat kepala bidang di instansi itu. “Bu Ni Made cerita sudah ukur baju. Dari situ kami tahu beliau akan dilantik sebagai Pj bupati Kulonprogo,” beber sumber yang mengikuti reunian itu.
Saat ditanya soal ukur baju ini, tak membantah atau mengiyakan. Begitu pula soal agenda pelantikan sebagai Pj bupati Kulonprogo. Alumnus Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu mengaku telah punya seragam. “Untuk Senin sudah ada kok, pakai dinas harian (PDH), gelap to,” ucapnya.
Ni Made dan Singgih telah mengikuti gladi bersih pelantikan di Bangsal Kepatihan. Hari ini keduanya dilantik dengan mengenakan pakaian dinas upacara besar (PDUB) warna putih-putih khas kepala daerah.
Ni Made menggantikan Tri Saktiyana dan Singgih menempati kursi yang ditinggalkan Sumadi. Usai menjabat Pj kepala daerah, Tri Sakti serta Sumadi kembali menjadi asisten di lingkungan pemprov. (kus/laz) Editor : Editor Content