Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Untuk Promosi ke Eselon Dua Pemkab Sleman Selalu Pakai Sistem Lelang, Pemkot Jogja Pilih Seleksi

Delima Purnamasari • Senin, 22 September 2025 | 04:17 WIB

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto
Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto
RADAR JOGJA - Di Pemkab Sleman, ada dua mekanisme promosi jabatan ke eselon dua yang bisa dilakukan, yakni melalui lelang dan talent pool. Di Sleman sendiri selalu menggunakan sistem lelang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman Susmiarto menegaskan, Bumi Sembada belum pernah menggunakan mekanisme talent pool. Sebuah proses pengisian jabatan dengan pemetaan potensi dan kompetensi ASN.

"Kami belum talent pool karena belum ada beberapa sub sistem yang diperkenankan," katanya, Minggu (21/9/2025).

Termasuk sejak Bupati Sleman Harda Kiswaya menjabat. Telah dilakukan pelantikan untuk pejabat pimpinan tinggi pratama yang terpilih dari proses lelang.

Baik dari Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Menariknya, saat itu Mustadi yang masih menjabat kepala Dinas Sosial tetap mengikuti prosesi lelang untuk kepala Dinas Pendidikan. Walaupun sebenarnya dia bisa menduduki jabatan itu melalui proses mutasi saja.

Sistem lelang sendiri juga dilakukan untuk prosesi pengisian empat pejabat tinggi pratama yang saat ini masih berproses.

Mulai dari kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), direktur RSUD Sleman, kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan kepala Dinas Perhubungan.

Dalam prosesi lelang sendiri ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Misalnya, berstatus pegawai negeri sipil di wilayah DIY, memiliki pangkat minimal pembina golongan ruang IV/a.

Jabatan administrator (eselon IIIa), atau jabatan fungsional jenjang ahli madya minimal 2 tahun, atau jabatan administrator (eselon IIIb) minimal tiga tahun, atau jabatan pimpinan tinggi pratama (eselon IIb).

Susmiarto menyebut, nama-nama yang telah lolos seleksi administrasi sendiri sudah memasuki berbagai tahapan lelang.

Mulai Rabu-Kamis (17-18/9/2025) uji, kompetensi hingga Jumat (19/9/2025) penulisan makalah. "Kamis insya Allah wawancara panitia seleksi," terang laki-laki yang juga menjadi ketua panitia seleksi ini. 

Baca Juga: Kulon Progo dan Gunungkidul Lebih Suka Lelang Jabatan Dibanding Talent Pool

Di Pemkot Jogja, jabatan sekretaris daerah (sekda) bakal lowong tahun depan. Namun, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) masih tertutup soal skema pengisiannya.

"Maaf saya  belum  bisa memberi informasi,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Subarjilan saat dikonfirmasi Radar Jogja melalui pesan singkat, Minggu (21/9/2025).

Sebagaimana diketahui, pemilik jabatan Sekda Kota Jogja kini diisi Aman Yuriadijaya. Kepala Bappeda Kota Jogja periode 2009-2012 itu secara resmi mengemban jabatan tertinggi bagi ASN Pemkot Jogja pada 2019 lalu.

Subarjilan irit bicara soal skema pengisian jabatan tinggi pratama itu. Termasuk, enggan membeberkan bagaimana model seleksinya.

Apakah dilakukan lewat lelang jabatan atau talent pool. "Jawaban sama dengan ini (belum bisa memberi informasi),” timpalnya.

Pada Mei lalu, awak media sempat menyinggung Wali Kota Jogja Hasto soal lowongnya sejumlah jabatan penting di Pemkot Jogja.

Termasuk salah satunya sekda. Kala itu Hasto mengaku enggan buru-buru menentukan kandidat.

Dia menyatakan sudah terbiasa dalam mempersiapkan proses penataan jabatan.

Pun faktanya sebelum menjadi wali kota, dia juga sudah pernah mengemban jabatan sebagai bupati Kulonprogo hampir dua periode dan kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) periode 2019-2024.

Berdasarkan pengalamannya itu, Hasto mengaku akan mulai memproses pengisian jabatan empat sampai lima bulan sebelum masa pensiun pejabat terkait.

Pengisiannya juga akan dilakukan dengan seleksi agar prosesnya lebih adil.

Soal pandanganya terhadap pengisi jabatan sekda, Hasto memiliki gambaran harus merupakan sosok yang bisa mengayomi semua pihak.

Serta wajib memiliki kompetensi tinggi dalam hal birokrasi pemerintahan. "Saya sudah biasa, nanti lima atau empat bulan sebelumnya kami proses,” bebernya. (del/inu/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Jabatan Administrator #Badan Keuangan dan Aset Daerah #Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil #Bupati Sleman #dinas sosial #Hasto #Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman #Sleman #rsud sleman #Susmiarto #Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) #talent pool #Wali Kota Jogja #Eselon Dua Pemkab Sleman #Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional #dinas pendidikan #Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) #Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia #Talent Pool ASN #Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah #kompetensi asn #Dinas Komunikasi dan Informatika #dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu #Hasto Wadoyo #BKKBN #Mustadi #Harda Kiswaya