RADAR JOGJA – Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mendorong Pemda DIJ untuk melakukan berbagai upaya dalam penanganan Covid-19. Terlebih saat ini ada ancaman gelombang ketiga, sehingga harus ada berbagai bantuan untuk mengantisipasinya.

Bantuan itu berupa alat kesehatan, termasuk di dalamnya tabung oksigen, hazmat, sepatu boots dan oksimeter melalui kalurahan masing-masing. “Kami sama-sama tahu ya, Covid-19 ini sempat sulit dilalui. Maka, Komisi A DPRD DIJ juga memikirkan bagaimana mitigasinya. Aspek pencegahan dan kesiapsiagaan menjadi krusial di masa seperti ini,” ungkap Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto dari Fraksi PDI Perjuangan.

Seperti diketahui, sejak Juli 2021, pembahasan tentang BTT mulai dibicarakan. Kemudian, pada bulan September 2021, hasil koordinasi Komisi A DPRD DIJ yang diketuai Eko Suwanto, bersama dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) serta Paniradya Keistimewaan memastikan, BTT akan digelontorkan untuk 438 desa dan kalurahan.

”Alhamdulillahnya, Ngarsa Dalem memberikan prioritas dari penganggaran yang ada, seperti Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Dana Keistimewaan (Danais) untuk menanggulangi Covid-19,” terang politikus muda PDI Perjuangan ini.

Dikatakan oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jogja tersebut, alokasi dana yang digelontorkan ke masyarakat senilai Rp 26,1 miliar dengan rincian Rp 22,6 miliar untuk 392 desa. Meski begitu, hanya 391 desa saja yang teralokasi. Kemudian, sisanya senilai Rp3,5 miliar ditujukan untuk 46 kalurahan di DIJ dengan detail 1 kalurahan di Kulonprogo dan 45 kalurahan di Kota Jogja.

Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mengatakan, dalam 10 hari ke depan, seluruh bantuan dari Pemda DIJ ini bisa segera terdistribusi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).  “Saya kira, ini manajemen yang bagus dan bisa jadi contoh penanganan Covid-19 berbasis kedaulatan ya. Namun, prosedurnya perlu diringkas sehingga waktu penyaluran tidak terlalu lama,” jelas Eko.

Ketua Satpol PP DIJ Noviar Rahmad menjelaskan, di masa pandemi ini, Satpol PP DIJ tidak hanya melakukan pembinaan terhadap Pembinaan Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), tapi juga jaga warga di setiap kalurahan. “Kami mendapat bagian untuk membelanjakan Rp3,5 miliar itu untuk 3 kepentingan, masyarakat yang terdampak, jaga warga untuk penanggulangan Covid-19 dan untuk para lurah dan perangkat serta relawan yang mengawasi protokol kesehatan,” jelasnya. (kus/ila)

Pemerintahan