RADAR JOGJA- Inspektorat Kota Jogja bertindak cepat. Kurang dari satu minggu usai menerima pengaduan masyarakat terkait proyek pengadaan pipa senilai Rp 9,6 miliar di lingkungan Pemkot Jogja langsung bergerak.

“Kami terbitkan surat perintah tugas (Sprintug) nomor 146/SPT/INPIX/2021 tanggal 2 September 2021,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Kota Jogja Suhartiningsih.

Pernyataan Suhartiningsih itu tertuang dalam surat jawaban nomor 700/1076 dengan sifat segera, perihal jawaban surat aduan. Dia menuliskan surat itu sebagai respons atas pengaduan direktur PT Aquatec Rekatama Konstruksi yang beralamat di kompleks Bukit Gading Indah Blok J-11 Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Pengaduan diterima melalui surat yang dikirimkan PT Aquatec Rekatama pada 31 Agustus dan 1 September 2021. Satu  hari kemudian ditindaklanjuti sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku di Inspektorat Kota Jogja. Surat jawabam tersebut dikirimkan tertanggal 7 September 2021.

Manajer Operasional PT Aquatec Rekatama Thomas Edi mengatakan pengaduan ke Inspektorat Kota Jogja sengaja ditempuh karena beberapa alasan. Di antaranya mekanisme sanggah dan banding dalam proses lelang sudah ditempuh. “Pengaduan kemudian kami sampaikan ke Inspektorat agar ditindaklanjuti,” jelas Edi.

Laporan PT Aquatec Rekatama disampaikan direktur perusahaan itu Yonathan Adiputra Susanto. Isinya, Yonathan mencium adanya dugaan ketidakberesan dalam pengadaan pipa distribusi utama jenis asbes cement pipe (ACP) di PDAM Tirta Marta Kota Jogja.

Pemenang lelang ditengarai memasukkan data kualifikasi yang tidak benar. Bentuknya dengan memasukkan paket sub pekerjaan di pekerjaan pembangunan jaringan pemanfaatan air baku lumbung di air baku Sukodono, Gresik, Jawa Timur.

Dia kemudian mengklarifikasi hal itu kepada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo melalui surat tertanggal 9 dan 25 Agustus 2025. Dalam jawabannya PPK Penyedia Air Baku BBWS Bengawan Solo Wahyana menegaskan, BBWS  Bengawan Solo tidak mengetahui adanya kontrak antara PT Jaya Semanggi Enjinering dan PT Pri Yaka Karya pada pekerjaan pembangunan jaringan pemanfaatan air baku lumbung air baku Sukodono Kabupaten Gresik.

Jawaban serupa dikirimkan BBWS Bengawan Solo menjawab surat pengguna anggaran PDAM Tirtamarta Jogjakarta tertanggal 20 Agustus 2021 dan diterima pada tanggal 25 Agustus 2021.

“Tidak ada sub kontrak pada pekerjaan pembangunan jaringan pemanfaatan air baku lumbung air baku Sukodono Kabupaten Gresik,” tulis Sri Wahyana. Adapun pekerjaan senilai Rp 15,6 miliar dilaksanakan oleh PT Jaya Semanggi Enjinering. Tidak ada sub kontrak kepada PT Pri Yaka Karya. (kus/ila)

Pemerintahan