RADAR JOGJA – Dinas Sosial DIJ melalui Bidang Pemberdayaan Sosial mendorong semangat perjuangan melalui penyelenggaraan Olimpiade Kepahlawanan bagi potensi sumber kesejahteraan sosial. Kegiatan ini dilaksanakan di Monumen Jogja Kembali (Monjali), Sleman pada 15-16 September. Kegiatan ini, diharapkan dapat menumbuhkan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kesetiakawanan sosial.

Plt Kepala Bidang Fakir Miskin Dinas Sosial DIJ Agus Setianto mengatakan, kegiatan ini diikuti 15 peserta potensi sumber kesejahteraan sosial. Antara lain, tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK), penyuluh sosial masyarakat (Pensosmas), Tagana, Karangtaruna. Pendamping Disabilitas, Satuan Bakti Pekerja Sosial, Pekerja Sosial Masyarakat, Pelopor Perdamaian, Difabel Siaga Bencana (Difagana), SDM Program Keluarga Harapan (PKH), Tim Penjangkau Anjal dan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat. ”Semuanya terbagi perwakilan se-DIJ,” ungkap Agus disela kegiatan Olimpiade Kepahlawanan di Monjali, kemarin (15/9).

Menurutnya, kegiatan ini penting dilakukan. Selain mempererat mitra kerja dinsos, juga upaya untuk mengedukasi menanamkan nilai-nilai sejarah, gotongroyong dan toleransi. Bagaimana nilai-nilai kepahlawanan dapat menjadi teladan bagi potensi sumber kesejahteraan sosial dalam penanganannya. Sebagaimana kecenderungan mitra kerja dinsos yang berasal dari relawan. ”Memberikan inovasi tentang bagaimana penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial,” katanya.

Nilai kepahlawanan dijadikan tema, untuk memberikan pembelajaran, satu penilaian penaman masyarakat bagaimana sebagai generasi penerus tetap melanjutkan perjuangan para pahlawan yang berhasil dalam perjuangan kemerdekaan.

Artinya setiap pilar kesejahteraan sosial itu, mengirim perwakilan dari bidang masing-masing untuk menjadi peserta olimpiade ini. Kegiatan yang bersumber dari Dana Keistimewaan (Danais) ini, kali pertama dilakukan. Pelaksanaannya mirip cerdas cermat. Ada yang mengerjakan soal tertulis, tanya jawab hingga menceritakan tokoh pahlawan dan perjuangannya.

Kepala Seksi Kepahlawanan Keperintisan Kejuangan dan Restorasi Sosial (K3RS) Dinas Sosial DIJ Junaedi menambahkan, pelaksanaan kegiatan dibagi tiga rounde. Masing-masing 5 peserta. Penilaian dilakukan selain oleh Dinsos juga dilakukan juri dari akademisi. Yaitu, Dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dr Aman dan dr Taat Wulandari.

”Nah, pemenang baru akan diumumkan hari in (16/9),” kata Junaedi. Pemenang umum dan juara harapan akan mendapatkan uang pembinaan dengan total Rp 20 juta, bersumber dari danais. Selain itu juga akan mendapatkan piala, piagam penghargaan dan sertifikat bagi seluruh peserta.

Dwi Marwanto perwakilan peserta dari TKSK Bantul mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, ini menjadi pengalaman baru. Memahami keteladanan para pahlawan khususnya pahlawan dari Jogjakarta. ”Tadi kelompok kami mengangkat Jenderal Urip Sumoharjo, olimpiade ini bagus untuk menelaah kembalinilai sejarah. Harapannya bisa rutin dilakukan,” katanya. (sce/mel/bah/ila)

Pemerintahan