RADAR JOGJA – PPKM level 2-4 Jawa-Bali masih berlangsung sampai 6 September 2021. Namun mobilitas penduduk sudah mulai membaik pada Agustus. Mobilitas penduduk di tempat perdagangan ritel dan rekreasi pada Juli  mengalami penurunan cukup tajam yaitu -20 persen. Namun pada pertengahan Agustus sudah mulai membaik dengan penurunan -13,20 persen Hal itu diungkapkan Deputi  Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (1/10).

Sementara itu, BPS  Jogjakarta mencatat laju Inflasi Agustus 2021 0,05 persen. Komoditas yang memberikan inflasi terbesar yaitu harga tomat yang memberikan andil 0,03 persen. Hal tersebut disebabkan oleh pasokannya yang berkurang sehingga keberadaan dipasar melonjak tinggi. Sedangkan komoditas yang memberikan andil besar dalam deflasi adalah cabai rawit sebesar -0,05 persen.

”Turunnya harga cabai rawit disebabkan karena melimpahnya stok cabai rawit di pasar, sedangkan daya beli masyarakat sulit karena pandemic,” ujar Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Provinsi Jogjakarta Amiruddin.

Kemudian, Nilai Tukar Petani (NTP) DIJ pada Agustus 2021 mencapai angka 96,63 persen mengalami kenaikan sebesar 0,22 persen dibanding indeks bulan sebelumnya sebesar 96,42. Ini merupakan kenaikan yang signifikan setelah empat bulan sebelumnya mengalami penurunan. Kenaikan indeks NTP bulan ini disebabkan oleh naiknya subsektor tanaman pangan sebesar 1,32 persen, sedangkan empat subsektor lainnya mengalami penurunan. Sebaliknya, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Daerah Istimewa Jogjakarta bulan Agustus 2021 Setianto turun sebesar 0,13 persen.

Selanjutnya indikator harga produsen gabah ditingkat petani mengalami kenaikan 1,79 persen dan tingkat penggilingan 1,76 persen. Harga gabah tertinggi di tingkat petani senilai Rp 4.900 per kg pada gabah kualitas GKG. Sebaliknya, harga gabah terendah di tingkat petani senilai Rp 3.900 per kg pada gabah Luar Kualitas dengan varietas IR 64.

Untuk perkembangan pariwisata dan transportasi udara pada Juli 2021 tidak ada kunjungan wisatawan mancanegara ke Jogjakarta melalui pintu masuk Bandara YIA. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang dan non hotel di Jogjakarta pada Juli 2021 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Hal tersebut disebabkan masa pemberlakuan PPKM. Untuk di tempat transit sangat terdampak PPKM pada Juli yang lalu mempengaruhi mobilitas penduduk di tempat transit yaitu di terminal, bandara dan sebagainya.

Terakhir perkembangan ekspor impor DIJ pada Juli 2021 mencapai US$40,5 juta atau turun 5,61 persen dibanding ekspor Juni 2021.  Ekspor terbesar adalah ke Amerika, Jepang, dan Australia. Sedangkan nilai impor mencapai 9,7 juta atau turun 15,65 persen dibanding bulan lalu. Negara pemasok impor terbesar dari Hongkong, Tiongkok, dan Taiwan. (om4/ila)

Pemerintahan