RADAR JOGJA- Ketua Komisi A DPRD DIJ dari Fraksi PDI Perjuangan menyatakan meski angka kesembuhan di Jogjakarta masih 75,65 persen atau lebih rendah dari angka nasional yaitu 85,62 persen warga masyarakat Jogjakarta perlu terus menumbuhkan semangat guna jalankan disiplin protokol kesehatan.

Tentu harapan semua pihak angka kesembuhan dari penyakit Covid-19 terus membaik dan lebih banyak yang sembuh setelah isoman atau mendapat perawatan pelayanan kesehatan.

“Kita semua harapkan yang terbaik, masayarakat Jogjakarta bisa selamat dan sehat kembali. Langkah penanganan dampak Covid-19 butuh kerja keras pemerintah, nakes dan pitulungan para relawan termasuk masyarakat untuk bersama tangani dampak penyakit. Terus jalankan protokol kesehatan dan saling bantu, beri pitulungan kepada sesama,” kata Eko Suwanto.

Eko menambahkan sesuai rilis yang disampaikan Germas COV DIJ, kriteria isolasi dan dinyatakan sembuh yaitu pada pasien Covid-19 tanpa gejala (asimptomatik) isolasi dilakukan minimal 10 hari sejak swab positif.

Pada pasien Covid-19 dengan gejala isolasi selama 10 hari sejak gejala timbul ditambah 3 hari bebas gejala terutama demam dan gangguan pernafasan jadi minimal isoman 13 hari.  Untuk menentukan selesai isolasi mandiri tetap berkonsultasi dengan dokter.

Situasi Covid-19 DIJ hingga Kamis, 12 Agustus 2021 angka kasus aktif mencapai 28.652 atau 21,3 persen lebih tinggi dari angka nasional yaitu 11,37 persen.

Keterisian bed RS rujukan yaitu 51,66 persen dengan BOR isolasi 50,21 persen dan BOR ICU 61,67 persen dari total 2733 bed yang tersedia.

Pemerintah telah menetapkan PPKM hingga 16 Agustus 2021, kita semua berharap langkah penanganan dan upaya pencegahan bisa efektif berjalan. Kita segera bisa bangkit lagi bangun perekonomian dan jalani kehidupan dengan adaptasi kebiasaan baru, disiplin protokol kesehatan, pakai masker dan hidup lebih sehat.

“Langkah pencegahan agar terhindar dari paparan Covid-19 jelas harus kita lakukan bersama-sama. Ini butuh disiplin semua pihak. Berbagi harapan dan semangat penting selalu ditumbuhkan lewat gotong royong, tuntaskan langkah memutus mata rantai penyebaran, perluas vaksinasi agar rakyat memiliki imunitas,” ujar Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIJ. (sky)

Pemerintahan