RADAR JOGJA – Hasil rapat kerja Komisi A DPRD DIJ dengan Sekretaris Daerah DIJ Kadarmanta Baskara Aji berkaitan percepatan penanganan Covid-19 di DIJ memutuskan tujuh rekomendasi. Tujuh rekomendasi tersebut diharapkan pemerintah daerah dan jajaran bersama pemerintah kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo, dan Kota Jogja bisa tuntaskan penanganan dan layanan kesehatan secara optimal untuk seluruh warga DIJ yang terdampak.

Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto menyatakan, ada tujuh rekomendasi yang perlu dikerjakan segera oleh pemerintah daerah. ”Harapan kita semua pasien yang butuh penanganan bisa tertolong, termasuk penanganan dampak akibat penyakit Covid-19,” kata Eko Suwanto, Rabu (14/7).

Melalui tujuh rekomendasi yang ada, Eko Suwanto berharap agar upaya pitulungan atau langkah pertolongan bagi warga bisa berjalan baik. Tujuh rekomendasi kepada Pemprov DIJ tentang percepatan penanangan Covid-19 adalah pertama membantu alat bagi operasi pencegahan. ”Misal masker kain, alat semprot disinfektan, dan lain-lain berbasis Desa/Kelurahan. Pemkab Pemkot bisa berbasis Dusun/Dukuh/RW,” jelasnya.

Kedua, meningkatkan koordinasi dgn Polri, Kejaksaan TNI dan Kehakiman terkait Gakkum. Bisa dengan fasilitasi operasi bersama. Ketiga, peningkatan dan penambahan layanan RS dan shelter serta bantuan bagi isoman baik obat maupun permakanan. Pemerintah kabupaten Bantul, Gunungkidul, Sleman, Kulonprogo dan pemkot Jogja juga bisa berperan. Keempat bantuan alat pelindung diri atau APD dan kelengkapan alat permakaman berbasis kecamatan. Pemkab pemkot bisa bantu berbasis desa/kelurahan. Serta memberikan anggaran operasional dan sarana prasarana bagi petugas permakaman

Kelima bantuan sosial dimulai dengan pendataan dan penyelarasan baik yang bersumber data kemensos, dana desa dan lain-lain.  Keenam, Pemda DIJ agar segera membantu menjamin pasokan oksigen ke rumah sakit. Ketujuh, Pemda DIJ perlu berikan perlindungan, termasuk asuransi bagi tenaga medis, para medik serta relawan.

”Hal krusial adalah memastikan semua elemen yang bekerja di lapangan terlindungi, dilengkapi alat pelindung diri. Ini berlaku untuk seluruh tenaga medis, paramedis dan relawan. Ini penting, agar mereka bisa sehat,” kata Eko Suwanto. (ila)

Pemerintahan