RADAR JOGJA-  Ketua Komisi A DPRD DIJ, Eko Suwanto menyatakan ada tujuh rekomendasi  dalam percepatan penanganan COVID-19 di Jogjakarta. Diantaranya pertama membantu alat bagi operasi pencegahan, misal masker kain, alat semprot disinfektan, dan lain-lain berbasis Desa/Kelurahan. Pemkab Pemkot bisa berbasis Dusun/Dukuh/RW.

Kedua, meningkatkan koordinasi dengan Polri, Kejaksaan TNI dan Kehakiman terkait Gakkum. Bisa dengan fasilitasi operasi bersama. Ketiga, peningkatan dan penambahan layanan RS dan shelter serta bantuan bagi isoman baik obat maupun permakanan. Pemerintah kabupaten Bantul, Gunungkidul, Sleman, Kulonprogo dan pemkot Jogja juga bisa berperan serta.

Keempat bantuan alat pelindung diri atau APD dan kelengkapan alat permakaman berbasis kecamatan. Pemkab pemkot bisa bantu berbasis desa/kelurahan. Serta memberikan anggaran operasional dan sarana prasarana bagi petugas permakaman. Kelima bantuan sosial dimulai dengan pendataan dan penyelarasan baik yang bersumber data kemensos, dana desa.

Keenam, Pemprov DIJ  agar segera membantu menjamin pasokan oksigen ke rumah sakit.  Ketujuh, Pemprov  DIJ perlu berikan perlindungan, termasuk asuransi bagi tenaga medis, para medik serta relawan tersebut diharapkan Pemprov DIJ dan jajaran bersama pemerintah kabupaten Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kulonprogo dan Kota Jogja bisa tuntaskan penanganan dan layanan kesehatan secara optimal untuk seluruh warga DIJ yang terdampak COVID-19.

Ada tujuh rekomendasi yang perlu dikerjakan segera oleh pemerintah daerah. “Harapan kita semua pasien yang butuh penanganan bisa tertolong, termasuk penanganan dampak akibat penyakit Covid-19,” kata Eko Suwanto, usai menggelar rapat kerja Komisi A DPRD DIJ dengan  Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji dan jajaran berkaitan percepatan penanganan COVID-19, di DPRD DIJ Senin (12/7).

Melalui tujuh rekomendasi yang ada, Eko Suwanto berharap agar upaya pitulungan atau langkah pertolongan bagi warga bisa berjalan baik.

“Hal krusial adalah memastikan semua elemen yang bekerja di lapangan terlindungi, dilengkapi alat pelindung diri. Ini berlaku untuk seluruh tenaga medis, paramedis dan relawan. Ini penting, agar mereka bisa sehat,” jelas Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIJ dari Fraksi PDI Perjuangan.

Eko Suwanto menambahkan sesuai laporan terkini dari Germas COV DIJ hingga Senin, (12/7) kasus konfirmasi positif Covid-19 masih sangat tinggi yaitu 1.731 kasus atau turun dari 1.895 sehari sebelumnya.

Kasus kematian masih tinggi meski angkanya turun yaitu 47 kematian dari 50 kematian. Tertinggi angka kematian terjadi di Sleman yaitu 17 orang meninggal.

Angka kesembuhan sedikit turun dari 72,97 persen menjadi 72,35 persen.  Kasus aktif naik menjadi 19.538 atau 25,05 persen. Angka positif Covid-19 semakin menurun dari 29,4 persen jadi 25,05 persen.

Bed RS bertambah jadi 1.519 dengan keterisian mencapai 98,2 persen,  ICU 80,8 persen (rerata total 90,67 persen).

“Kita semua wajib berkontribusi dalam langkah memutus mata rantai penyebaran penyakit menular baru. Selalu berdisiplin jalankan protokol kesehatan, rajin cuci tangan dengan air mengalir, pakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan dirumah saja, hidup sehat  Mari berikhtiar dan berdoa agar pandemi segera berlalu,” ujarnya.

Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji menuturkan, hari ini saya cek ke BPBD DIJ ternyata  kita tinggal memiliki  Alat Pelindung Diri (APD) sangat terbatas, maka  kita akan segera lakukan pengadakan lagi karena ini diluar rencana.

Diawal rencana kita pengadakaan 1000 melihat situasi seperti ini kita bisa melakukan pembelian dari Anggaran Belanja Tak Terduga ( BTT) walaupun  untuk pengandaan  itu sudah kita alokasikan di 2021 di BPBD namun kita tambahkan termasuk disinfektan dll, nanti tentang pembagiannya  dengan kabupaten dan dana desa.

“Tugas kami hanya koordinasi bersama kabupaten semuanya diharapkan bisa mendapatkan dengan jumlah yang cukup,”harapnya.

Sekarang ini relawan di desa,padukuhan RT  sudah  melakukan berbagai macam upaya membantu masyarakat baik yang lagi isoman,pemakaman .

Kita memang perlu menanggani  masyarakat yang lagi isoman  dirumah karena bisa, mengurangi BOR rumah sakit yang sudah penuh.

Sehingga kita upayakan masyarakat yang isoman bisa ada perawatan dari segi  kebutuhan obat dan kebutuhan oksigen.

“Pemerintah pusat bersama daerah bisa saling support,” ujar Sekprov Pemprov DIJ, Kadarmanta Baskara Aji. (sky)

Pemerintahan