RADAR JOGJA- Wakil Ketua DPRD DIJ, Huda Tri Yudiana menuturkan Dewan menghargai dan menghormati keputusan Gubernur DIJ, Hamengku Buwono (HB) X untuk tidak melakukan lockdown.

”Kami menghormati beliau, karena memang berbagai kondisi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIJ  yang tidak memungkinkan terutama kondisi keuangan APBD dan Danais,”jelasnya, Senin (22/6) di DPRD DIJ.

Huda menjelaskan saat ini APBD sangat tergerus habis untuk penanganan kesehatan, vaksinasi dan mempertahankan ekonomi di Jogjakarta agar terus berjalan.

”Secara aturan PSBB harus mengkompensasi warga yang dilarang keluar rumah, dan itu memang tidak ada uangnya. Kami sangat memahami dan menghormati hal tersebut.  ”Apapun keputusan Ngarsa Dalem kami hormati,” ujarnya.

Dalam empat hari ini lebih dari 2400 kasus positif baru, tapi kondisi senyatanya jauh lebih banyak. Angka positif itu belum masukkan yang tes antigen, kalau masuk jauh lebih banyak, belum lagi orang tidak bergejala dan yang sakit tidak melapor, jumlah nya mungkin sekian kali lipat.

“Angka kematian harian juga semakin tinggi, kemari saja sehari 12 orang saya yakin senyatanya lebih banyak.

Saya mendapatkan laporan bahwa ada warga isoman meninggal dunia, tentu hal seperti ini tidak tercatat. Menurut saya kondisi yang kita alami saat ini paling berbahaya sejak awal masa pandemi, sehingga semua harus ekstra hati hati dan protokol kesehatan ketat,”tuturnya.

Esensi pembatasan pergerakan manusia secara ketat, tetap harus dilakukan. Untuk itu, aparat keamanan dimohon bantuannya untuk membantu penertibpan protokol kesehatan di tempat tempat umum, wisata, maupun berbagai tempat potensi kerumunan.

Rekan rekan kabupaten kota yang memiliki kewenangan dan wilayah pengaturan mohon pro aktif membuat shelter, mengaktifkan jogo wargo dan semua tindakan yang bisa menurunkan segera covid19.

”Kami mohon juga untuk warga dan media massa, untuk mewartakan dan menginformasikan kondisi yang sebenarnya khususnya dalam menghambat berbagai berita hoax,” harapnya.

Untuk itu, ia mengajak warga Jogjakarta  untuk kompak dan gotong royong dalam menghadapi wabah ini, tidak perlu saling menyalahkan antara siapapun. ”Yang kita butuhkan saat ini, adalah saling melengkapi, saling mengisi, saling mendoakan, saling membantu dan gotong royong,” ujarnya.  (sky)

Pemerintahan