RADAR JOGJA- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa  Jogjakarta (DIJ) meminta adanya layanan psikologi klinis di setiap puskesmas saat masa Pandemi Covid-19. Pandemi sudah berlangsung setahun lebih.

Wakil Ketua DPRD DIJ, Huda Tri Yudiana mengatakan perlunya adanya psikolog pada semua puskesmas di DIJ. Ia menyebut kesehatan masyarakat yang perlu dilayani saat ini bukan hanya kesehatan secara fisik, tapi juga kesehatan jiwa atau psikis. Sebab, tingkat permasalahan masyarakat meningkat tajam.

“Pandemi yang sudah berlangsung setahun lebih membuat berbagai tekanan psikologis di masyarakat. Pengalaman lapangan yang ada membuktikan layanan psikologi klinis sangat diperlukan karena bisa melayani ratusan pasien dalam satu bulan,” katanya, Minggu (13/6).

Ide untuk menempatkan psikolog di setiap Puskesmas bukan berdasarkan omong kosong, sebab DPRD beberapa waktu lalu telah melakukan penelitian dengan hasil yang mengejutkan.

“Angka perceraian meningkat, anak kecanduan gadget sebagai efek sekolah daring, masalah sosial, bahkan ada peningkatan dua kali lipat lebih untuk pernikahan di bawah umur. Belum fenomena bunuh diri yang naik di Gunungkidul,” jelasnya.

Ia menegaskan DPRD DIJ akan memperjuangkan agar layanan psikolog klinis ini bisa dilakukan di seluruh puskesmas dan layanan kesehatan di DIY. Lalu, diikuti standarisasi fasilitas, layanan, dan status kepegawaian sampai kesejahteraan para petugas psikolog.

“Perjuangan ini diwujudkan dengan penyusunan Raperda tentang Kesehatan Jiwa yang menjadi inisiatif DPRD DIJ. Saat ini raperda ini dalam taraf penyusunan naskah akademis oleh pihak ketiga. Raperda ini akan disusun berdasarkan landasan pemikiran dan pengalaman lapangan yang sudah dilakukan di berbagai puskesmas,” paparnya.

Beberapa waktu lalu, Gubernur DIJ  Hamengkubuwono (HB) X meminta warga untuk tidak mengumbar egonya saat menanggapi munculnya banyak klaster Covid-19.  “Harapan saya ke masyarakat, kita sama-sama menjaga, jangan sombonglah, jangan ngumbar egonya sendiri, bahwa kerumun itu tidak boleh.

Ia mengingatkan masyarakat punya andil besar untuk menekan angka penularan Covid-19 dengan disiplin meneralkan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker dan menghindari kerumunan,”katanya. (sky)

Pemerintahan