RADAR JOGJA-  Wakil Ketua DPRD DIJ  Huda Tri Yudiana sangat mengapresiasi kinerja satgas Covid yang tetap waspada dan siaga menghadapi liburan Lebaran kali ini.

Sebabnya, di saat warga lain sedang menikmati liburan bersama keluarga, jajaran satgas dan aparat itu terus terpantau berada di lapangan menjaga disiplin protokol kesehatan di tempat tempat umum dan tempat wisata yang rawan terjadi kerumunan.

“Saya sendiri memantau di pelosok pelosok desa maupun di jalanan kota secara umum masyarakat sadar protokol kesehatan. Kegiatan silaturahim door to door sebagian besar digantikan dengan ikrar syawalan setelah shalat Iedul Fitri, pertemuan trah yang biasanya massif juga banyak berkurang atau diselenggarakan secara online. Jalan jalan di DIJ cukup sepi sampai hari ini,” katanya Minggu (16/5)

Tetapi, Huda tak menampik, pada sisi lain di tempat tempat wisata tertentu masih terjadi kerumunan besar dan pelanggaran protokol kesehatan, sebagaimana dilaporkan satpol PP DIJ yang menyatakan ada ratusan pelanggaran prokes di tempat tempat wisata seperti pantai selatan dan malioboro dengan kumulatif warga mencapai puluhan ribu sejak lebaran.

“Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena trend setiap habis libur panjang selalu terjadi kenaikan kasus yang signifikan. Kita sungguh berharap tidak ada kenaikan kasus setelah ini, tetapi persiapan berbagai kemungkinan terburuk harus tetap dilakukan,”jelasnya.

Huda menghimbau jangan sampai jika terjadi lonjakan kasus sistem kesehatan Jogja tidak mampu menampung pasien sebagaimana pernah terjadi awal tahun ini. Di mana ratusan warga kesulitan mengakses RS.

“Kami minta agar persiapan untuk menaikkan kapasitas RS dilakukan sejak dini, dari sisi anggaran, SDM, koorsdinasi, APD, sistem dan semua yang diperlukan. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan segera bisa ambil langkah cepat,”ujarnya.

Shelter-shelter isolasi berbasis desa maupun yang dikelola pemda juga perlu disiapkan, karena sebagian besar warga yang terkena Corona tidak perlu dirawat di RS, cukup dipisahkan dengan warga lain yang sehat dengan shelter isolasi atau isolasi mandiri.

“Dengan demikian, jika ada yang memerlukan rumah sakit bisa terlayani dengan baik karena RS tidak terlalu penuh dengan pasien yang bisa ditangani di luar RS,” tegasnya.

Menurut Huda penting dilakukan untuk persiapan ini adalah koordinasi dengan semua elemen satgas, dari pemprov DIJ, kabupaten/kota, kecamatan, desa hingga dusun. Sehingga semua faham tugas dan posisinya saat diperlukan. Termasuk dalam hal ini adalah koordinasi admimistrasi anggaran.

“Jangan sampai kondisi lapangan penanganan terhambat oleh administrasi anggaran yang rumit sebagaimana beberapa waktu lalu.

Masyarakat kita mohon juga agar sadar terhadap kondisi yang ada, jangan berkerumun atau melanggar protokol kesehatan karena akan membahayakan keselamatan bersama. Kalau tahu tempat wisata ramai jangan dimasuki, wisata dari kendaraan atau online lebih aman,”tegasnya. (sky)

Pemerintahan