RADAR JOGJA- DPRD DIJ  memberikan sejumlah catatan terkait larangan mudik Lebaran Idul Fitri 1442 H. Salah satunya menyangkut kesejahteraan para petugas yang berada di lapangan.

Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mengatakan, penyekatan masuk ke  Jogjakarta sudah berjalan baik. Namun ada satu aspek perlu memperoleh perhatian yaitu perlindungan dan kesejahteraan petugas di lapangan. Ini harus menjadi atensi Pemprov DIJ

“Petugas harus dapat fasilitasi makanan dan minuman berkualitas serta APD total karena berdialog langsung dengan para pengemudi. Ada yang dibuka kaca mobilnya atau dialog di atas motor. Intinya ada tatap muka,” katanya di DPRD DIJ Senin (10/5).

Pos perbatasan, lanjut dia, berada pada jalan nasional dan provinsi serta perbatasan desa. Jumlah petugas pada setiap pos tidak sama karena disesuaikan berdasarkan arus keluar masuk.

“Pos Prambanan pasti jumlahnya lebih besar,” tambahnya. Tidak hanya fokus pada besar kecilnya jumlah petugas, menurut dia, yang paling penting adalah kelengkapan komponen petugas terdiri dari unsur TNI, Polri serta Pemda. “Ada lagi, tim kesehatan,”ujarnya.

Eko menambahkan Pemprov DIJ perlu menjalin komunikasi dengan daerah lain. Dia mencontohkan DKI Jakarta sudah sosialisasi bagaimana mengurangi agar warga ibu kota tidak  keluar dari Jakarta. “Sudah berupaya tapi belum maksimal,” ucapnya. (sky)

Pemerintahan