RADAR JOGJA- Selama libur Hari Raya Idul Fitri atau lebaran, pegawai negeri dilingkungan Pemda DIJ dan warga Jogja tidak boleh keluar dari perbatasan DIJ. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus jahat Covid-19 di Jogjakarta, yang selama ini dinilai masih cukup membahayakan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, maka Pemda DI terpaksa mengambil langkah tegas demi keamanan dan kenyamanan semuanya. ”Kami terpaksa melarang warga Jogjakarta  keluar dari perbatasan DIJ,” ujar Sekda Pemda DIJ, Baskara Aji pada rapat kerja dengan Komisi A di DPRD DIJ, Rabu siang (5/5).

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi A, Eko Suwanto tersebut hadir juga Kepala Satpol PP Pemda DIJ, Noviar Rachmat dan instansi terkait. Namun warga  Jogjakarta, masih diperbolehkan berkunjung ke berbagai obyek wisata yang ada di lingkungan DIJ.

Aji menambahkan, sementara untuk wisatawan luar Jogjakarta, belum boleh. ”Wisatawan luar kota Jogja, jelas tidak boleh masuk ke wilayah Jogjakarta, karena semua perbatasan sudah dijaga petugas. Kalau ada paling diminta balik kanan alias pulang,” katanya.

Namun, lanjut  Aji, memperbolehkan warga yang ingin mudik asal masih berada dilingkungan wilayah  Jogjakarta Artinya, warga Bantul bisa mudik ke Kulonprogo maupun ke Gunungkidul, Seleman, maupun Kota Jogjakarta, begitu juga sebaliknya.

Tapi untuk keluar DIJ, tidak diperbolehkan. Meski warga Jogjakarta, tidak diperbolehkan keluar Jogjakarta, namun bila ada alasan tertentu yang sifatnya mendesak petugas masih memberi toleransi. Misalnya, mengantar isti melahirkan atau mengunjungi saudara sakit dan sebagainya.

Sekda DIJ juga mempersilahkan obyek wisata di wilayah DIJ untuk buka, namun harus tetap menjaga protokol kesehatan. Selain menjalankan protokol kesehatan yang ketat, jumlah pengunjungnya sebaiknya juga dibatasi.

”Kalau biasanya dibanjiri pengunjung, ya sekarang cukup 50 persen saja yang berkunjung. Syokur-syokur dibatasi 30 persennya saja. Semua ini demi kebaikan bersama,” katanya.

”Saya minta pengelola obyek wisata tetap mematuhi dan menjalankan protokol kesehatan, yaitu pakai masker, cuci tangan dan menjahui kerumunan,” ujarnya.

Sementara Gubernur DIJ, Hamengku Buwono X minta warga  Jogjakarta untuk lebaran kali ini sebaiknya tinggal dirumah saja. Jangan ke luar kota dulu, kalau ingin bertamsya jauhi kerumunan dan taati protokol kesehatan, agar semuanya bisa aman dan nyaman selama libur lebaran.

”Kami hanya menghimbau kepada warga atau keluarga, sebaiknya jangan bepergian dulu. Ini demi keamanan dan kenyamanan bersama, karena virus jahat Covid-19 ini masih ada dan berbahaya,” ujar Ngarsa Dalem, usai mengikuti Rapat Paripurna di DPRD DIJ. (sky)

Pemerintahan