RADAR JOGJA- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIJ, sependapat dengan anjuran pemerintah DIJ yang melarang wisatawan luar daerah datang ke Jogjakarta, sehingga DIJ tertutup bagi wisatawan dari luar daerah yang ingin berkunjung atau berwisata ke Daerah Kunjungan Wisata Jogjakarta.

”Kami sependapat dengan anjuran pemerintah DIJ yang melarang, wisatawan luar daerah berkunjung ke Jogjakarta,” kata Ketua DPRD DIJ Nuryadi kepada wartawan di lobby DPRD DIJ, Selasa (27/4) petang.

Nuryadi menambahkan, sedangkan warga Jogjakarta, untuk sementara juga belum boleh keluar dari DIJ.

Semua ini dilakukan untuk menekan penyebaran virus jahat Covid-19. Mengingat kasus tersebut, masih terus merangkak naik. Untuk menekan penyebaran tersebut, maka perlu ada aturan atau anjuran agar virus jahat tersebut tidak merebak.

”Kami setuju dengan sikap Pemda DIJ, yaitu melarang wisatawan luar Jogjakarta masuk DIJ,” ujarnya.

Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIJ Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, menyikapi kasus Covid-19 yang belum mereda maka pemerintah memgambil kebijakan meniadakan mudik.

Begitu juga melarang wisatawan luar daerah berkunjung ke Jogjakarta. Larangan ini juga berlaku bagi wisatawan asing yang hendak berkunjung ke Jogjakarta.

Menjelang lebaran Pemerintah DIJ, meniadakan mudik dan melarang wisatawan berkunjung ke Jogjakarta.

Namun untuk warga Jogjakarta, boleh berwisata di lingkungan DIj. Artinya, warga Kota Jogjakarta bila ingin berkunjung ke obyek wisata pantai di Gunungkidul atau ke Kulonprogo, diperbolehkan.

Begitu juga sebaliknya, bila ada warga luar Kota Jogja, seperti warga Bantul; atau Sleman yang hendak jalan-jalan ke Malioboro, diperbolehkan.

“Kebijakan ini, tidak berlaku bagi wisatawan luar Jogjakarta. Namun demikian, tetap mematuhi protokol kesehatan seperti mengenakan masker dan cuci tangan serta menjauhi kerumunan.

Warga Jogjakarta, untuk sementara juga tidak boleh keluar dari Jogja, kecuali ada urusan yang memang tidak bisa ditinggalkan tapi dengan syarat membawa surat kesehatan dan sudah menjalani swab antigen.

Hal ini, juga berlaku bagi daerah lain.  Pemda DIJ sudah bekerjasama dengan Pemda Jateng,” Jelasnya

Sementara Kepala Dinas Pariwisata DIJ, Singgih Raharjo, menjelaskan, saat ini ada sebanyak 127 destinasi wisata telah beroperasi.

Hanya saja jenisnya adalah wisata minat khusus alam bebas. Sementara untuk meseum masih memilih untuk tidak beroperasi. Mereka masih melihat segmen pasar, meski prokes sudah disiapkan.

Sedangkan menyinggung soal wisatawan luar daerah yang berkunjung ke Jogjakarta, untuk sementara memang belum boleh. Semua ini dilakukan untuk menjaga sesuatu yang tidak diinginkan bersama.

Menyinggung soal wisatawan yang sudah divaksin, sudah 60 persen pelaku wisata di  Jogjakarta telah menerima vaksin.

Hanya saja mayoritas adalah industri perhotelan dan restoran. Jadi masih ada pelaku wisata yang belum mendapat vaksin, sehingga masih perlu kehati-hatian untuk membuka kawasan wisata,”ujarnya. (sky)

Pemerintahan