RADAR JOGJA- Ketua Komisi A DPRD DIJ  Eko Suwanto berharap, peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) setiap tanggal 26 April dimanfaatkan masyarakat untuk bekerja keras mewujudkan Jogja Tangguh dalam menghadapi bencana.

Eko menjelaskan, selama ini, untuk menuju Jogja Tangguh, pihaknya telah mendukung berbagai program kebijakan BPBD DIJ  yang bertitik tumpu pada pendidikan dan pelatihan bagi masyarakat untuk tangguh pada bencana. Sejak 2013, misalnya, telah diselesaikan 276 desa dan kelurahan tangguh bencana.

“Selain itu, komisi A bersama Pemda DIJ juga telah menyelesaikan pembangunan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sejumlah 106,” ungkapnya.

Tahun 2021 menurutnya ini akan ditambahkan 25 desa/kalurahan tangguh bencana baru. Selain itu, SPAB akan ditambah di 25 Sekolah setingkat SMA.

“Ini penting untuk melatih masyarakat siap siaga terhadap bencana,” ujarnya, Senin (26/4) di DPRD DIJ.

Simulasi yang selama ini terus dilakukan adalah simulasi menghadapi tsunami, gempa, angin puting beliung dan sebagainya. Juga terus dipasang papan-papan evakuasi di tempat warga sehingga siap ketika menghadapi bencana.

“Yang paling berperan menolong ketika bencana adalah diri sendiri. Sehingga masyarakat perlu terus dilatih untuk tangguh menghadapi bencana,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Pelaksana BPBD DIJ Biwara Yuswantono menyampaikan, secara nasional, telah terjadi 2952 kejadian bencana di tahun 2020. Satu bencana yang dianggap belum selesai hingga tahun ini adalah pandemi COVID-19.

“Tahun ini simulasi (tanggap bencana) yang melibatkan banyak warga kita hindari. Karena masih pandemi. Tapi tetap kita lakukan,” katanya. (sky)

Pemerintahan