RADAR JOGJA- Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana meninjau uji coba pembelajaran tatap muka di SMK N 1 Kota Jogja Jumat (23/4). Huda menilai proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan sesuai prosedur.

“Kami mengapresiasi SMK N 1 Jogja ini untuk penerapan sekolah offline,” katanya usai meninjau. Pembelajaran tatap muka yang berjalan hampir selama sepekan ini bisa dijadikan contoh pembelajaran tatap muka bagi semua sekolah di DIJ.

Kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan tetap dilakukan, sehingga tidak memicu kasus COVID-19 baru di sekolah.

“Jadi kami tadi mendengar rekan-rekan, murid-murid, adik-adik, mereka mengatakan suka sekolah offline daripada sekolah online,” ujarnya.

Faktor transportasi siswa maupun tenaga kependidikan dari dan menuju sekolah juga harus diperhatikan. Harus minim risiko penularan COVID-19.

“Saya juga mengimbau rekan-rekan dari Dinas Pendidikan untuk bekerjasama dengan Dinas Kesehatan atau Ikatan Dokter Indonesia untuk memantau sekolah percontohan ini,” harapnya.

Sementara itu Jaatsiyah salah satu siswi kelas 12 SMK N 1 Jogja mengaku senang dengan pemberlakuan sekolah tatap muka di kelas. Sebab penyampaian materi bisa menjadi lebih jelas.

“Karena kalau secara online kita bingung ya, ini itu benernya gimana. Juga ga bisa ngerespon cepat,” katanya.

Pemda DIJ telah menggelar uji coba sekolah tatap muka sejak 19 April 2021 di sembilan SMA dan SMK percontohan yang ditunjuk, salah satunya SMK N 1 Kota Jogja.

Ini akan menjadi ajang evaluasi, dengan harapan pada bulan Juli 2021, semua SMA/SMK di DIJ bisa menggelar pembelajaran tatap muka secara serentak. (sky)

RADAR JOGJA- Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana meninjau uji coba pembelajaran tatap muka di SMK N 1 Kota Jogja Jumat (23/4).

Huda menilai proses belajar mengajar berjalan dengan baik dan sesuai prosedur.

“Kami mengapresiasi SMK N 1 Jogja ini untuk penerapan sekolah offline,” katanya usai meninjau.

Pembelajaran tatap muka yang berjalan hampir selama sepekan ini bisa dijadikan contoh pembelajaran tatap muka bagi semua sekolah di DIJ.

Kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan tetap dilakukan, sehingga tidak memicu kasus COVID-19 baru di sekolah.

“Jadi kami tadi mendengar rekan-rekan, murid-murid, adik-adik, mereka mengatakan suka sekolah offline daripada sekolah online,” ujarnya.

Faktor transportasi siswa maupun tenaga kependidikan dari dan menuju sekolah juga harus diperhatikan. Harus minim risiko penularan COVID-19.

“Saya juga mengimbau rekan-rekan dari Dinas Pendidikan untuk bekerjasama dengan Dinas Kesehatan atau Ikatan Dokter Indonesia untuk memantau sekolah percontohan ini,” harapnya.

Sementara itu Jaatsiyah salah satu siswi kelas 12 SMK N 1 Jogja mengaku senang dengan pemberlakuan sekolah tatap muka di kelas. Sebab penyampaian materi bisa menjadi lebih jelas.

“Karena kalau secara online kita bingung ya, ini itu benernya gimana. Juga ga bisa ngerespon cepat,” katanya.

Pemda DIJ telah menggelar uji coba sekolah tatap muka sejak 19 April 2021 di sembilan SMA dan SMK percontohan yang ditunjuk, salah satunya SMK N 1 Kota Jogja.

Ini akan menjadi ajang evaluasi, dengan harapan pada bulan Juli 2021, semua SMA/SMK di DIJ bisa menggelar pembelajaran tatap muka secara serentak. (sky)

Pemerintahan