RADAR JOGJA- Kekecewaan terlihat dari Anggota Komisi A DPRD DIJ, ketika banyaknya pertanyaan dari para Anggota DPRD DIJ tidak mendapat jawaban yang tepat dari petugas  Kesbangpol DIJ yang hadir rapat kerja terkait terorisme di Jogjakarta dengan jajaran Kesbangpol DIJ, Selasa (6/4) di DPRD DIJ.

Sekretaris Komisi A DPRD DIJ Retno Sudiyanti menuturkan,” kami sebenarnya sangat kecewa dengan Kesbangpol yang selalu menjawab dengan jawaban klasik seperti tidak tahu dan bukan kewenangan kami dan kami melihat bahwa tidak memiliki data yang baik dalam hal tersebut  apalagi hal ini menjadi hal penting dalam pertahanan bangsa ini.

Kesbangpol seharusnya  memiliki jaringan yang kuat terkait aspek politik dan hal- hal yang menyangkut ideologi dan kesatuan kebangsaan .

Beberapa waktu ini kita melihat banyaknya terduga  teroris yang tertangkap di Jogjakarta, juga harus menjadi keprihatinan kita semua termasuk Kesbangpol selaku dinas yang terdekat  dengan ideologi dan persatuan bangsa,” ujarnya.

Anggota komisi A  KPH Purbodinngrat menekankan bahwa,” Kesbangpol harus memiliki SDM yang kuat , dan jangan memiliki stigma bahwa ASN yang ditempatkan di Kesbangpol adalah ASN yang tersingkirkan.

Karena ini juga menyangkut  kinerja yang memerlukan kualitas baik maka bukan tidak mungkin para pegawai nya direkrut  untuk Kesbangpol dari STPDN,  yang pendidikannya juga memiliki unsur militer.

Jika ada persoalan  monggo silahkan di komunikasikan dengan pihak DPRD DIJ supaya didapatkan solusinya,”katanya.

Sementara itu  Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto  menjelaskan,”Bahwa pihaknya mendorong keras kepada pemerintah melalui kinerja Kesbangpol untuk melakukan upaya upaya yang berkaitan dengan penguatan  ideologi Pancasila, sebagai  bentuk kekuatan  melindungi dari berbagai paham radikal dan lainnya.

Kami minta dan akan mendorong dengan keras upaya upaya penguatan ideolgi pancasila dan ke Bhinekaan sebagai bagian penting pertahanan dan peningkatan kualitas masyarakat,” jelasnya.

Sekretaris Kesbangpol DIJ  Ani Srimulyani menegaskan bahwa, pihaknya saat ini juga tengah melakukan berbagaiupaya pencegahan radikalisme , dan untuk ketahanan  ideologi , seperti program sinau Pancasila.

Program sinau Pancasila juga sedang kita kuatkan di semua kecamatan yang ada di DIJ, dan untuk program sinau ke Bhinekaan juga akan segera dilaksanakan , dan terkait masalah jumlah terorisme dan hal lainnya memang hal tersebut bukan menjadi wawenang kami , bahkan kami juga tidak memiliki data terkait hal tersebut,” ujarnya. (sky)

Pemerintahan