RADAR JOGJA- Rencana kampus diizinkan untuk memulai tatap muka di DIJ  pada akhir Maret ini turut diapresiasi kalangan DPRD DIJ.

Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana menuturkan,¬† “Saya mendukung penuh kebijakan tersebut karena selain meningkatkan kualitas pendidikan juga akan mendukung perekonomian di DIJ,” katanya Selasa (23/3).

Anggota Fraksi PKS itu mencatat PDRB DIJ saat ini lebih dari 60 persen bertumpu pada sektor kampus dan pariwisata.

Pandemi ini menurutnya betul betul berdampak besar bagi perekonomian karena dua sektor utama ini menurun tajam.

“Kampus kuliah online dan wisata menurun drastis. Kawasan sekitar kampus sangat terdampak, kost kost mahasiswa banyak kosong bahkan banyak dijual, warung makan, dan sektor ekonomi pendukung kampus lain sangat terdampak. Wajar jika pertumbuhan ekonomi tahun lalu bahkan sampai saat ini masih negatif,” ujarnya.

Hanya pada sisi lain ia berharap juga tidak ingin pembukaan kuliah tatap muka ini meningkatkan kasus Covid kembali di DIJ.

“Pihak kampus harus betul bet mempersiapkan metode tatatp muka, protokol kesehatan hingga sarana prasarana serta berkoordinasi dengan warga sekitar kampus maupun stakeholder,” katanya.

Ini semua, untuk mengantisipasi penularan Covid 19 akibat kebijakan ini.

“Saya sangat yakin kampus mampu melakukan itu semua karena mereka adalah para akademisi yang berpendidikan. Meskipun demikian kami akan tetap memantau pelaksanaan protokol kesehatan di kampus kampus,” katanya.

Selain itu, Huda mendorong pemda perlu mendukung dengan memprioritaskan vaksinasi untuk civitas akademika yang terlibat.

“Kondisi ini para dosen, karyawan dan civitas akademika perlu didahulukan program vaksinasinya karena mereka akan berhadapan dengan mahasiswa dari berbagai daerah. Tidak sedikit pula dosen yang lanjut usia sehingga beresiko tinggi,” katanya.

Pemda DIJ, kata Huda, sebaiknya segera berkoordinasi untuk vaksinasi kampus ini, agar bisa segera terlaksana dan masuknya mahasiswa tidak menimbulkan kluster penularan baru. (sky)

Pemerintahan