RADAR JOGJA- Sebanyak 55 anggota DPRD DIJ menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama di DPRD DIJ, Jumat (12/3).

Sekretaris DPRD DIJ Haryanta menuturkan, berbeda dengan DPR RI yang turut melibatkan keluarga anggota dewan, di DIJ  tidak ada keluarga anggota dewan yang diikutsertakan dalam vaksinasi tersebut.

“Beda dengan di Jakarta. Kalau keluarga kan sudah didata sendiri kan melalui kecamatan, kelurahan,” katanya.

Haryanta menambahkan, pertimbangan lain adalah karena keluarga anggota dewan bukan merupakan sasaran prioritas dalam  vaksinasi tahap kedua ini.

Selain itu, anggota dewan sebagai pelayan publik juga memiliki resiko yang lebih tinggi untuk terpapar Covid-19 karena kerap berinteraksi dengan masyarakat.

“Dewan sering berinteraksi dengan masyarakat. Dewan juga sebagai pejabat publik. Keluarga nanti diikutkan saat vaksinasi untuk masyarakat,” tambahnya.

Haryanta menyebut ,”Penyuntikan vaksin kepada anggota dewan akan diselesaikan seluruhnya hari ini.

Jika ada legislatif yang berhalangan hadir atau tidak lolos tahap skrining, mereka tetap berkesempatan menerima suntikan saat pelaksanaan vaksinasi massal di Jogja Expo Center (JEC)  Senin, (15/3) mendatang.

Selain itu, sebanyak 250 ASN di lingkup DPRD DIJ juga dijadwalkan untuk menerima vaksin di JEC,”ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan DIJ, Pembayun Setyaningastutie mengungkapkan, sejumlah anggota dewan ada yang mengalami kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Hanya saja masih tergolong ringan dan jumlahnya tergolong sedikit.

“Seperti  sedikit demam, sedikit pusing. Setiap kondisi setelah divaksin itu masuk KIPI. Cuma kan KIPI ada yang sedang, ringan, dan berat. Mudah-mudahan kita tidak tambah banyak,” jelasnya. (sky)

Pemerintahan