RADAR JOGJA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan melakukan refocusing APBD 2021 di tiap daerah untuk vaksinasi Covid-19 dan pemulihan dampak ekonomi akibat pandemi tersebut.

Di Kabupaten Sleman, kebijakan refocusing berdampak pemotongan belanja modal dan belanja barang dan jasa sebesar 20 persen di tiap organisasi perangkat daerah, kecuali kapanewon.

Anggota Komisi B DPRD Sleman Sukamto berharap refocusing anggaran segera dilakukan. Sehingga gerakan vaksinasi masal Covid-19 bisa cepat selesai dan menyasar semua lapisan masyarakat.

Terkait hal tersebut, ketua Fraksi Golkar itu mendesak pemerintah daerah segera mempercepat vaksinasi bagi pelaku usaha ekonomi. Khususnya para pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) dan penggerak usaha jasa pariwisata. “Komoditas utama di Sleman dan sekitarnya itu kan dari sektor pariwisata. Akibat pandemi banyak hotel dan destinasi wisata tutup,” ujarnya, Sabtu (27/2/2021).

Guna mendongkrak kembali sektor pariwisata, lanjut Sukamto, pelaku usaha jasa wisata harus segera divaksin. Ini demi menciptakan rasa aman dan nyaman wisatawan. Sehingga mereka tak perlu khawatir jika berwisata ke Sleman akan tertular Covid-19. “Tentu saja protokol kesehatan tetap wajib diindahkan,” tegasnya.

Sukamto optimistis, jika seluruh penggiat usaha jasa pariwisata telah divaksin niscaya gelombang wisatawan akan kembali ramai. Roda ekonomi mikro pun kembali bergeliat.
Selain itu, bantuan modal dan pendampingan ekonomi juga perlu diperkuat lagi.

Intinya, kata Sukamto, semakin banyak usaha yang kembali bangkit, maka lapangan kerja akan kembali terbuka. “Pemerintah pusat saja berikan potongan PPnBM pembelian mobil baru demi menghidupkan industri otomotif. Lha ini industri kecil juga harus diperhatikan supaya kebijakan relaksasi ekonomi bisa dirasakan juga oleh wong cilik,” tegasnya.(yog)

Pemerintahan