RADAR JOGJA – Ketua Panitia Khusus Laporan Kerja dan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2015-2020 DPRD Sleman Guntur Yoga Purnawan ST mendorong pemerintah daerah mengoptimalkan segala bentuk pelayanan masyarakat secara terpadu dengan sistem online. Sebab, pengembangan implementasi kebijakan Sleman Smart Regency secara signifikan telah mendorong peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Terlebih selama masa pandemi Covid-19.

Politikus Partai Golkar itu mengatakan, dorongan tersebut sebagaimana amanat pasal 60 ayat (1) Undang- undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah dan Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Yang termuat dalam LKPJ yang disampaikan oleh Sri Purnomo selaku bupati Sleman periode 2015-2020 pada Rabu (17/2/2021).

Guntur Yoga, yang juga menjabat wakil ketua Komisi C (bidang pembangunan) menegaskan, sistem pelayanan publik di Sleman ke depan harus lebih baik, efektif, dan efisien.

Pelayanan tersebut harus merupakan perpaduan sistem regulasi, kebijakan, sikap, dan perilaku yang didukung dengan teknologi informasi modern. Sehingga mampu memberikan respons dan efektivitas yang tinggi. Sesuai kebutuhan masyarakat saat ini.

Era new normal berdampak komposisi bobot pelayanan publik secara online akan bertambah. Makanya, peningkatan fasilitas serta edukasi masyarakat juga perlu terus dimaksimalkan. “Sumber daya manusia (SDM) birokrasi juga perlu di-up grade agar bisa sesuai dengan kebutuhan new normal yang dominan pelayanan publik berbasis daring,” tandasnya.

Menurut Guntur Yoga, hal itu khususnya bagi SDM di lingkungan Dinas Komunikasi dan Informatika. Dan secara umum bagi seluruh aparat yang bertugas dalam pelayanan publik. Mereka wajib menguasai teknologi informasi.

Selain itu, Fraksi Golkar DPRD Sleman juga mendorong penguatan branding Sleman sebagai The Living Culture. Ini membutuhkan penguatan karakter Sleman sesuai dengan 4 zona karakteristik sumber daya. Di wilayah utara sebagai kawasan sumber daya air dan ekowisata. Sedangkan wilayah timur kawasan heritage peninggalan purbakala dan pusat wisata budaya. Lalu wilayah tengah sebagai pusat pendidikan, perdagangan, dan jasa. Kemudian wilayah barat fokus untuk sektor pertanian dan industri kerajinan. “Semua itu harus mampu dilaksanakan oleh bupati dan wakil bupati Sleman yang baru dilantik Jumat (26/2/2021) lalu,” tuturnya.(yog)

Pemerintahan