RADAR JOGJA- Masyarakat tidak perlu takut, apalagi khawatir dengan program pemerintah mengenai vaksinasi,karena vaksin Sinovac 65 persen efektif, sehingga tidak perlu takut karena vaksin ini sudah sesuai dengan standar WHO.

Gunadi dari Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat (FKKM) Universitas Gadjah Mada (UGM) mengatakan itu pada diskusi media mengenai efektifitas vaksin di DPRD DIJ, Senin (25/1).

Gunadi menambahkan, vaksin Sinovac ini aman jadi tidak ada alasan masyarakat takut. Apalagi WHO juga sudah sesuai dengan standar WHO. ”Vaksin Sinovak ini aman, jadi tidak perlu takut,” tambahnya.

Ketua DPRD DIJ Komisi D, Koeswanto mengatakan, pandemi Covid-19 ini memang mengkhawatirkan karena tiap hari jumlah pasien positif Covid-19 jumlahnya semakin banyak.

Setiap hari rata-rata tiap berada diseputaran 200 pasien yang positif Covid-19, bahkan sejak tiga hari terakhir berada di kepala empat. Dengan adanya program vaksinasi ini, diharapkan bisa menurunkan jumlah penderita Covid-19 sekaligus bisa mencegah peredaran virus berbahaya tersebut. ”Kami berharap vaksin ini bisa memutus penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Sementara Ketua Komda Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komda KIPI) DIJ Mei Neni Sitaresmi menjelaskan mengenai vaksin ini memang banyak yang perlu dijelaskan kepada masyarakat sebab vaksinasi ini salah satu strategi dalam mengatasi peredaran vaksin jahat tersebut.

Pemerintah sudah banyak persiapan mulai dari SOP sampai pelatihan hingga petugas medis mendapatkan sertifikat, juga ada pemantauan pasca imunisasi.

Untuk itu, ia meyakinkan bahwa vaksin aman. Sebab, tidak ada obat atau vaksin yang 100 persen sempurna. Setelah divaksin tentu ada reaksi, mungkin demam paling lama satu atau dua hari sembuh. Menurut dia, “Tujuan vaksinasi tak hanya lindungi individu, tetapi juga orang lain yang tidak bisa dilakukan vaksinasi.  Ini kerja bersama,untuk itu, ia mengajak semua pihak untuk mensukseskan program ini,katanya.

Kepala Dinkes DIJ Pembajun Setyaningastutie, mengatakan, cakupan vaksinasi 70 persen untuk membentuk herd immunity. Salah satu tujuan Vaksinasi memperkuat sistem kesehatan secara menyeluruh.

Untuk di DIJ , ia mentargetkan vaksinasi selesai sampai Maret 2022. Pembajun juga menyampaikan bahwa yang tidak boleh divaksin salah satunya adalah orang yang terkena covid.

Dinas Kesehatan DIJ mendata 22.180 tenaga kesehatan (nakes) dari Sleman dan Kota Jogja sudah melakukan vaksinasi Covid-19 tahap pertama hingga Senin (25/1). Namun, tercatat pula 5 persen nakes tak dapat mengikuti vaksinasi, karena gagal screening kesehatan. Menurut Pembajun Setyaningastutie, vaksinasi nakes tahap awal sudah sesuai dengan target yang dicanangkan. Tidak sampai 5 persen nakes yang gagal vaksin karena gagal screening kesehatan. “Tidak sampai 5 persen nakes untuk tahap pertama ini yang tidak lolos vaksin. Mereka tidak lolos karena hipertensi, hamil dan menyusui. Mungkin yang hipertensi itu karena kelelahan dan khawatir,” ujarnya.(sky)

Pemerintahan