RADAR JOGJA- Kepala Dinas Kesehatan DIJ Pembayun Setyaning Astutie mengatakan, kasus COVID-19 di DIJ akhir-akhir ini terus meningkat tajam. Padahal upaya PPKM dan vaksinasi tenaga kesehatan sudah mulai dilakukan. “Dua hari kemarin tembus di angka 400 yang positif,” katanya, Senin (25/1).

Karena itu, upaya vaksinasi menurutnya tetap harus dilakukan secara tuntas, hingga semua warga yang memenuhi syarat bisa menerimanya. Harus tercapai target 70 persen warga masyarakat DIJ yang divaksin. “Ini wajib dilakukan agar angka COVID-19
DIJ menurun dan tercipta herd immunity,” kata Pembayun.

Pembayun menambahkan,upaya yang dilakukan di sektor kesehatan ini menurutnya juga harus diimbangi oleh pengawasan kegiatan di sektor ekonomi. Tidak bisa sektor yang satu lebih penting dari sektor lainnya. Di sektor kesehatan, menurutnya yang kini tengah difokuskan adalah vaksinasi tenaga kesehatan.

“Hari ini kami sudah menerima vaksin yang masuk termin kedua. Distribusi dari pusat memang diatur sedemikian rupa agar semua provinsi di Indonesia mendapat vaksin secara bertahap tetapi on-time,” tambanya.

Pembayun menerangkan, per 24 Januari 2021 baru 35,17 persen tenaga kesehatan yang divaksin. Dan saat ini, baru terdapat 367 vaksinator COVID-19 di DIJ.  Pihaknya bakal terus menambah jumlahnya, untuk nantinya bisa melayani sekitar 2,6 juta penduduk DIJ.

“Target di DIJ  jumlah vaksinator bisa mencapai 1.313 orang, untuk melayani 2,6 juta penduduk,” jelasnya.

Ketua Komisi D DPRD DIJ Kuswanto mengatakan, vaksin memang penting untuk meredakan pandemi COVID-19 di DIJ. Namun masalah penegakan protokol kesehatan menurutnya adalah hal yang tak kalah penting. Pemda DIJ dinilainya masih menganggap sepele hal ini.

“Harus selalu ada patroli di masyarakat untuk menaati protokol kesehatan, karena yang kami lihat, masyarakat sekarang cenderung mengabaikan,” katanya. (sky)

Pemerintahan