RADAR JOGJA- Suasana aktivitas perekonomian di Malioboro saat ini masih lesu. Salah satu penyebabnya adalah Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana menilai, pemda tidak bisa melawan atau menentang PPKM, karena itu kebijakan dari pusat. Yang bisa dilakukan adalah menerapkan protokol kesehatan (prokes) dengan ketat.

“Harus taat protokol kesehatan, sebab kalau kasusnya naik terus, PPKM juga diperpanjang terus,” kata Huda, Senin (25/1).

Huda menambahkan, berdasarkan pengamatannya terhadap warung-warung PKL depan gedung DPRD DIJ, ia menilai warung-warung tersebut relatif lebih sepi dibanding sebelum PPKM. Omzet harian pedagang menurut pengamatannya rata-rata turun separuh lebih.

“Tetap jangan lupa maskernya dipakai terus,” tambahnya

Sementara itu Agus Budiarto (40) seorang pengemudi becak di Malioboro mengaku, sebelum PPKM ia bisa sampai tiga kali sehari mendapat pelanggan. Penghasilannya kadang Rp50 ribu atau Rp60 ribu per hari.

“Tapi sekarang sehari narik pun belum tentu. Memang susah, tapi ya harus terus berjuang, dengan terus menerapkan protokol kesehatan,” katanya. (sky)

Pemerintahan