RADAR JOGJA- Pemerintah DIJ resmi memperpanjang pemberlakuan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) sebagai tindak lanjut keputusan pemerintah pusat yang mempertahankan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa Bali.

Keputusan perpanjangan PTKM ini tertuang dalam Instruksi Gubernur DIJ Nomor 4/INSTR/2021 yang berlaku mulai hari ini, 26 Januari 2021 sampai 8 Februari 2021 mendatang.

Anggota DPRD DIJ Erlia Risti, mengatakan perpanjangan PTKM ini merupakan langkah yang mau tak mau harus diambil untuk memutus rantai penyebaran Covid -19 agar tak makin meluas.

Sebab saat ini, dari lima kabupaten/kota di DIJ pandemi ini juga terus bergerak naik angkanya dan perlu ditekan agar segera mereda sebagai upaya menekan kasus Covid-19 DIJ yang per tanggal ( 25/1) lalu totalnya sudah 19.729 kasus dan yang meninggal dunia dari kasus itu sudah mencapai 454 kasus.

“Oleh sebab itu, terkait perpanjangan PTKM di DIJ ini harus kita terima dengan lapang dada, ikhlas, dan sabar,” ujar Erlia Risti, yang juga politikus Partai Demokrat itu Selasa (26/1).

Erlia menambahkan, kebijakan pemerintah dengan perpanjangan PTKM ini saja tentu tak akan cukup untuk membendung laju Covid-19 itu.

Menurut anggota Komisi C DPRD DIJ yang menangani bidang pembangunan, infrastruktur, transportasi seluruh komponen masyarakat perlu juga aktif terlibat dalam memutus rantai penularan Covid-19.

“Oleh sebab itu marilah kita bersama tetap menjaga protokol kesehatan lebih ketat, dengan tertib memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, dan yang jelas menjaga jarak dan menghindari serta tidak membuat kerumunan,” tambahnya.

Dari data terakhir Dinas Kesehatan DIJ, sejak vaksinasi itu dijalankan pada 15 Januari 2021 lalu dimulai Kota Jogja dan Sleman, tenaga kesehatan yang sudah divaksinasi per 24 Januari 2021 ada sebanyak 3.030 orang di Kota jogja dan 4.687 orang untuk Sleman. Tiga kabupaten lain seperti Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo pun segera untuk memulai vaksinasi itu. (sky)

Pemerintahan