RADAR JOGJA- Komisi C DPRD DIJ mendesak perbaikan sarana dan prasarana irigasi dari Bendung Madean Sungai Krusuk Kabupaten Sleman yang arus airnya dialirkan ke Sungapan Argodadi Sedayu dan Kayuan Triwidadi Pajangan Kabupaten Bantul. Sehingga aliran irigasinya menjadi lancar dan tercukupi untuk memenuhi kebutuhan para petani daerah setempat.

Hal itu terungkap saat  kunjungan kerja Komisi C DPRD DIJ bersama dengan Dinas Perkerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIJ ke lokasi irigasi yang berada di Sungapan Argodadi Sedu dan Kayuan Triwidadi Pajangan Kabupaten Bantul, Senin (11/1).

“Kami berharap sesuai aspirasi masyarakat dilakukan perbaikan sarana irigasi ini bisa tereliasai di tahun 2021 atau 2022. Mungkin bisa dengan mempergunakan anggaran dana perubahan, sehingga bisa terealisasi,” ujar Wakil Ketua Komisi C DPR DIJ, Jimni Rusdin Sinaga.

Jimmi menambahkan, informasi anggaran pemiliharaan irigasi di tempat ini selama ini hanya Rp 16 juta per tahun. Maka diupayakan akan dinaikan menjadi Rp 100 juta hingga Rp 200 juta per tahun.

“Ini semua diharapkan bisa terelisasikan melalui DPUP- ESDM DIJ. Ini perlu agar irigasi untuk usaha pertanian  bisa terpenuhi dan petani tenang dan senang,” katanya.

Sementara itu, Kabid Sumber Daya Air (SDA) dan Renovasi DPUP-ESDM DIJ, Tito Asungkoro, menyatakan renovasi sarana dan prasarana irigasi di Sungapan Sedayu dan Kayuan Pajangan sudah masuk ke list perencanaan pembagunan pada tahun 2020. Namun karena adanya pemfokusan penggunaan anggaran ke Penanganan Pandemi Covid-10, maka ada penundaan. Namun diharapkan bisa dilaksanakan pada tahun anggaran 2021/2022.

“Kami merencanakannya untuk merealisasikan pembangunan itu untuk penganggaran tehun itu. Namun itu semua juga tergantung pada siltuasi dan kondisi yang akan terjadi,” kata Tito. (sky)

Pemerintahan