RADAR JOGJA- Peningkatan laju penyebaran yang semakin tinggi terutama di Jogjakarta, mengundang banyak keprihatinan,oleh sebab itu seperti diketahui Gubernur DIJ Sultan Hamengku Buwono (HB)  X mengeluarkan instruksi untuk kembali memperketat  pergerakan massa, dalam berbagai aktifitasnya,sehingga diharapkan mampu menekan laju penyebaran Covid 19 di Jogjakarta.

Mensikapi hal tersebut Komisi A DPRD DIJ mengadakan kunjungan kerja ke Kapanewon Kalibawang , Kulonprogo ,untuk memantau kesiapan  menghadapi instruksi Gubernur tersebut.

Ketua Komisi A DPRD DIJ menampaikan bahwa kesiapan institusi lembaga pemerintahan seperti tingkat Kapanewon merupakan bagian penting dalam penanggulangan Covid 19.dan bencana alam lainnya .
Selain penanggulangan pendemi Covid 19 posisi Kapanewon Kalibawang juga memiliki posisi  yang  strategis , untuk itulah kami mengunjungi Kapnewaon ini dalam rangka melihat strategi dan persiapan yang dilakukan , dalam menghadapi bencana tersebut,ujar Eko Suwanto Jumat (8/1).

Eko memberikan dukungan penuh melalui kapasitas lembaga DPRD untuk  mendorong pemerintah dan masyarakat secara bergotongroyong mengatasi masalah pandemi ini.
Kami juga akan mendukung prokes yang dilaksanakan. Dan dalam waktu dekat melalui BPBD DIY , akan mengirim bantuan 3000 masker bagi Kapanewon ini , sehingga menggunakan masker bagi warga akan menjadi tercukupi,katanya.

Heri Darmawan selaku Panewu  melaporkan bahwa pihaknya  secara terintegrasi bersama TNI dan Polri terus menerus melakukan berbagai upaya pencegahan .

Setiap saat kami melakukan patroli di berbagai tempat yang ditengarai akan menimbulkan kumpulan massa baik di warung, kafe, atau tempat rekreasi,  kami terusterang telah menutup sebuah tempat wisata pada jam jam peraturan protokol kesehatan tersebut berlaku, bahkan kami juga menghimbau bagi masyarakat untuk tidak ikut serta menimbulkan keramaian seperti menggelar  pesta  terutama pesta perkawinan , ujar Heri.

Lebih lanjut Heri juga menegaskan bahwa kapanewon  akan memanggil keluarga yang akan memiliki hajat pernikahan ,  dan secara ketat kami observasi calon pengantinnya .
Jika salah calon pengantin nya berasal dari luar DIJ maka kami melakukan prosedur ketat Covid 19, dan , termasuk hajatan yang menghadirkan keluarga calon pengantin tersebut, dan jika berkeberatan maka kami perangkat pemerintah tidak mengijinkan adanya acara pernikahan tersebut di daerah Kapanewon Kalibawang , tegasnya .

Terkait kebencanaan alam diluar Covid 19, pihak Pemerintah Kapanewon Kalibawang juga telah menyiapkan berbagai tempat penampungan dan pengungsian jika terjadi bencana setiap saat.
Yang didalamnya terdapat gedung sekolah bahkan rumah rumah ibadah yang telah di siagakan. (sky)

Pemerintahan