RADAR JOGJA- Ketua Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mengaku prihatin dengan situasi pandemi COVID-19 di DIJ yang semakin parah. Hingga 7 Januari 2021, terdapat 13,967 kasus positif, dan yang meninggal dunia 301 orang.

“Karena itu kita selalu mengajak masyarakat untuk tetap menegakkan protokol kesehatan,” jelas dia, Jumat (8/1), di DPRD DIJ.

Penggunakan masker, cuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan menurutnya harus terus dilakukan.

“Juga mengajak untuk selalu di rumah saja, kecuali yang menggantikan tugas yang tidak bisa tergantikan,” katanya.

Karena itu pihaknya mendukung penuh Instruksi Gubernur DIJ nomor 1/INSTR/2021 tentang memberlakukan pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PSTKM). Pemberlakuannya sejak 11 Januari hingga 25 Januari 2021 di seluruh wilayah DIJ menurutnya harus terus ditegakkan.

“Kita harapkan pemda menegakkan instruksi gubernur ini secara tegas,” katanya.

Berdasarkan kunjungan ke wilayah, kendala yang ada dalam penanganan COVID-19 menurutnya adalah keterbatasan anggaran operasional. Ini terjadi di berbagai wilayah desa, pedukuhan, kalurahan, RW, maupun RK.

“Karena itu instruksi gubernur ini harus diikuti dengan dukungan anggaran yang memadahi,” kata dia. (sky)

Pemerintahan