RADAR JOGJA- Wakil Ketua Komisi B DPRD DIJ, Dwi Wahyu Budiantoro, meminta Pemda DIJ melakukan evaluasi penggunaan Dana Keistimewaan (Danais). Dana dari pemerintah pusat yang tahun ini diterima sebesar Rp 1,3 triliun itu jangan digunakan untuk program maupun kegiatan yang terkesan remeh temeh.

“Danais jangan untuk remeh temeh, segala program yang didanai danais harus terukur penggunaannya,” ujarnya, Senin (4/1).

Dia mencontohkan, jangan sampai terjadi danais untuk beli tanah tetapi kemudian dibiarkan nganggur tanpa ada perencanaan selanjutnya. Contoh, pembelian hotel hendaknya harus ditindaklanjuti untuk maenampung Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM).

“Kemarin ada pro-kontra pembelian Hotel Mutiara. Saya sepakat dibeli tetapi harus segera digunakan untuk UMKM. Dinas juga harus terukur, siapa yang masuk di situ, jangan sampai pengusaha masuk,” kata dia.

Dwi menambahkan, sebenarnya danais yang diterima DIJ cukup untuk mendukung sektor perekonomian maupun penanganan Corona.

“Isu Corona semakin hari semakin tidak jelas. Pasti kita Pemda DIJ harus evaluasi diri kaitannya dengan pembiayaan.

Pasti pendapatan kita akan drop. Pariwisata kemarin drop 50-58 persen pengunjung karena Corona. Pasti ini akan mempengaruhi skema penganggaran kita,” tambahnya.

Prinsipnya legislatif hanya ingin ada evaluasi bersama-sama untuk mengukur kekuatan anggaran. “kita punya anggaran yang utuh, danais yang seksi. Bagaimana danais menggantikan peran yang biasanya dibiayai APBD. Karena APBD kita drop dan pendapatan drop mari kita optimalkan danais untuk kesehatan dan perekonomian,” tandasnya.

Penggunaan danais, harus ada skala prioritas yakni menggenjot perekonomian dan memulihkan sektor kesehatan. “kita masih lemah  sehingga perlu evaluasi supaya jangan sampai ada kesan danais nggak jelas,” ucapnya.

Dwi menjelasakan, ada lima ruang yang bisa diakses danais di antaranya kelembagaan, pertanahan, tata ruang dan kebudayaan. “Mari kita optimalkan dan kita rigidkan. Kebudayaan apakah hanya event saja atau membuat video saja. Tidak. Semua aktivitas di jogja ini basisnya budaya,” jelasnya. (sky)

Pemerintahan