RADAR JOGJA – Ditengah Pandemi Covid-19, Laboratorium Fakultas Ilmu Pemerintahan (IP) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali dipercaya menyelenggarakan seleksi Pamong di Kalurahan Sendangagung, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman.

Kali ini seleksi dilakukan untuk mengisi kekosongan dua formasi Dukuh. Yakni Dukuh Brajan VIII dan Nanggulan XIV. Diikuti 11 peserta, seleksi diselenggarakan di salah satu hotel di kawasan Pakuncen, Wirobrajan, Kota Jogja Selasa (22/12).

Koordinator Lab IP UMY Sakir Ridho Wijaya mengatakan, proses pelaksanaan seleksi Pamong Kalurahan Sendangagung menggunakan protokol kesehatan Covid-19 sesuai anjuran Pemerintah. Selain itu, pihaknya juga sudah mendapat izin dari rektorat, dan bekerja sama dengan Satgas Gugus Covid UMY.

Dosen Muda Ilmu Pemerintahan itu menjelaskan, Lab IP UMY selaku pihak ketiga dalam hal ini sebagai mitra telah melaksanakan empat tahap tes dalam seleksi Pamong. Di antaranya tes psikologi, tes tertulis, tes wawancara, dan tes keterampilan.

“Tes keterampilan terdiri dari tes kemampuan berpidato, presentasi, memimpin rapat, dan parktik menggunakan komputer,” katanya.

Khusus untuk praktik komputer, pihaknya lebih menekankan peserta pada kemampuan menguasai teknologi informasi (TI). “Pada sesi ujian komputer ini misalnya, peserta nantinya akan mengirim hasil ujiannya secara online melalui email. Ini berbeda dengan praktik-praktik sebelumnya,” ujarnya.

Kedepan, lanjut Sakir seluruh ujian seleksi Pamong Kalurahan akan dibuat dengan sistem online. Namun demikian proses seleksi tetap akan dilaksanakan di satu tempat untuk mengantisipasi sinyal yang kurang stabil.

Lebih lanjut, Sakir sedikit membeberkan proses seleksi Pamong akan dibuat seperti seleksi CPNS. Yakni menggunakan system Computer Assisted Test (CAT). Pihaknya mengaku saat ini sedang dalam tahap menyiapkan Programmer.

Sementara itu, Carik Kalurahan Sendangagung Akhid Prihandono mewakili Pemerintah Kalurahan Sendangagung menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada pihak Ilmu Pemerintahan UMY sebagai mitra seleksi Pamong.

Sesuai perda Kabupaten Sleman No 10 Tahun 2019 pasal 19 ayat 2, pihaknya merasa tepat memilih Lab IP UMY sebagai mitra pihak ketiga selaku pelaksana dan penyedia materi ujian. Sejauh ini, pihaknya merasa puas dengan kinerja tim Lab IP UMY yang profesional.

“Kita ketahui bersama bahwa UMY telah terakreditasi A, dan juga telah mempunyai kompetensi terkait materi ujian. Sehingga tidak diragukan lagi,” ujarnya di temui usai pengumuman Pamong Kalurahan.

Akhid berharap semoga sinergitas antara pemerintah Kaluraha dengan Lab IP UMY tetap berlanjut. Tak hanya dalam hal seleksi pamong Kalurahan saja, tetapi juga terkait peningkatan kapasitas Pamong tersebut.

Dari hasil seleksi Pamong tersebut, terpilih Dukuh Brajan VIII Aziz Suhendro dan Dukuh Nanggulan XIV Sulitri. (sce/naf/ila)

Pemerintahan