RADAR JOGJA- Kepala Dinas Pendidikan DIJ Didik Wardoyo mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan dimulainya proses belajar tatap muka, yang kemungkinan akan dimulai tahun depan. Ini akan dimulai dengan pembukaan kelas di tingkat yang paling dewasa, yakni mahasiswa.

“Kalau membuka tatap muka dimulai dari yang dewasa. Dimulai mahasiswa dulu. Saat ini kampus-kampus masih tutup, Januari mungkin baru buka,” katanya, Jumat (11/12).

Ia menjelaskan untuk memulai pendidikan tatap muka di sekolah, harus melalui berbagai pertimbangan. Yang utama, harus dilihat kesiapan APD di tiap-tiap sekolah.

“Ini termasuk termasuk tempat cuci tangan dan sebagainya. Untuk SMA dan SMK sudah kami periksa, dan sekitar 45 persen sudah memenuhi,” ungkapnya.

Ia meneruskan, Tim Gugus Tugas Covid-19 Daerah harus menginventarisir, siswa dan guru di tiap sekolah berasal dari zona merah atau tidak. Apakah ada guru yang punya penyakit bawaan yang berbahaya, menurutnya itu harus diketahui.

“Anak menggunakan kendaraan apa, termasuk gurunya juga, itu harus diinventarisir juga,” kata Didik.

Didik mengaku, pihaknya sudah menyiapkan SOP untuk pembelajaran tatap muka di sekolah. Namun menurutnya implementasinya harus melihat dulu pelaksanaan di kampus.

“Kita melihatnya dulu sambil menyiapkan simulasi satu dua sekolah untuk belajar tatap muka, sambil diawasi, termasuk apakah siswa mampu menghindari kerumunan,” katanya.

Ia menambahkan, di dalam proses belajar mengajar di sekolah, jumlah siswa di satu kelas harus dikurangi. Misalnya satu kelas biasanya berisi 36 orang, dikurangi menjadi 12-18 orang.

“Sehingga masalah psiko sosial siswa selama pandemi bisa sedikit-sedikit dikurangi. Namun itu bukan berarti meniadakan pembelajaran jarak jauh,” katanya. (sky)

Pemerintahan