RADAR JOGJA-Untuk kategori apresiasi tokoh, penghargaan diberikan kepada Eko Suwanto, Ketua Ketua Komisi A DPRD DIJ Dianugerahi Penghargaan Sebagai Tokoh Keterbukaan Informasi Publik DIJ Tahun 2020.

“Eko Suwanto, Ketua Komisi A DPRD DIJ mendapat anugerah kategori apresiasi tokoh ini diberikan karena penghargaan ini diberikan karena jasa beliau sebagai Ketua Komisi A dan sekaligus Ketua Pansus untuk memperjuangkan lahirnya Perda DIJ tentang keterbukaan informasi publik,” kata Moh. Hasyim, Ketua Komisi Informasi Daerah DIJ di Grand Keisha, Kamis (10/12).

Moh Hasyim Ketua KID DIJ mengatakan kegiatan penganugerahan Keterbukaan Informasi Badan Publik 2020 dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan secara ketat ini disiarkan secara langsung lewat daring, termasuk kehadiran Wakil Gubernur DIJ, Pakualam (PA) X yang menyampaikan sambutan secara khusus.

Eko Suwanto Ketua Komisi A DPRD mengapresiasi adanya penghargaan dan apresiasi kepada badan publik serta tokoh Keterbukaan Informasi Publik DIJ.

“Kepercayaan apresiasi sebagai Tokoh Keterbukaan Informasi Publik DIJ tahun 2020 ini jelas membuat saya harus makin bekerja keras, harus menunjukkan komitmen yang sangat kuat untuk mengajak masyarakat mengajak Pemerintah Daerah yang pertama jujur, kedua terbuka terhadap informasi untuk memberikan akses yang seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi yang diperlukan oleh masyarakat. Masyarakat ingin akses atas semua informasi baik kebijakan Pemda maupun APBD dan Danais. Tugas kita mendorong Pemda semakin jujur dan terbuka layani informasi bagi masyarakat,“ kata Eko Suwanto.

Selama ini, sebagai Ketua Komisi A DPRD DIJ, mendorong hadirnya keterbukaan informasi publik agar terwujud zero tolerance for corruption atau tumbuh semangat anti korupsi dengan keterbukaan bersama-sama melawan tindak kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan kewenangan dan lain-lain.

“Perda Keterbukaan Informasi Publik itu ke depan ada tiga hal yang ingin dicapai bersama-sama yang pertama, yaitu masyarakat bisa mendapatkan akses yang seluas-luasnya atas informasi yang diperlukan. Kedua, Keterbukaan Informasi Publik mendorong kejujuran dan sekaligus keterbukaan transparansi bagi badan publik dan yang Ketiga, dengan terbuka dan jujur akan memperluas akses informasi bagi masyarakat. Bersama-sama mewujudkan zero tolerance for corruption di Yogyakarta harapan nya bisa menumbuhkan spirit anti korupsi dengan keterbukaan bersama-sama melawan tindak kesewenang-wenangan dan penyalahgunaan kewenangan dan lain-lain,” kata Eko.

Rony Primanto Hari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIJ menambahkan adanya keterbukaan informasi, masyarakat jadi tahu kinerja atau kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah atau lembaga publik itu seperti apa.

Di era transparansi ini akan memudahkan masyarakat untuk ikut berpartisipasi. Adanya informasi-informasi yang disampaikan, masyarakat lebih percaya pada kegiatan atau program-program yang dilakukan oleh badan publik.

“Kita harapkan partisipasi masyarakat dalam mengawal proses proses kegiatan pembangunan masyarakat juga ikut bisa berpartisipasi dalam memberikan masukan kritik maupun saran pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh badan publik,” tegas Rony Primanto. (sky)

Pemerintahan