RADAR JOGJA- Beberapa kelompok seniman di DIJ mengeluhkan sepinya panggung pertunjukan akibat dihantam pandemi Covid-19.

Mereka mendatangi kantor DPRD DIJ untuk meminta solusi.

Salah satu pekerja seni Setyawan Eka Rahmanta mengatakan, pekerja seni memiliki kegelisahan di tengah pandemi Covid-19.

Sebagai pekerja kreatif mereka tidak mendapat tunjangan profesi maupun dana pensiunan.

Sementara kondisi pandemi Covid-19 saat ini dirinya merasakan sepiny panggung pertunjukan.Pihaknya mengusulkan agar pelatihan pemanfaatan teknologi daring bagi seniman perlu digencarkan.

Sebab, lanjut dia, beragam kegiatan di masa pandemi sebagian besar telah bertransformasi ke ranah digital.

“Pekerja seni perlu diupgrade kemampuan onlinenya untuk menghadapi kemajuan zaman,” katanya, dalam audiensi dengan pimpinan dewan, Senin (7/12).

Saat audensi, Setyawan juga memperkenalkan beragam produk dan konsep kreatif hasil karya pekerja seni.

Harapannya hal itu dapat membuka ruang kerjasama antara seniman dengan dinas terkait,” ujarnya.

Sementara seniman Ketoprak Purwanto juga merasakan kegelisahan yang sama. Untuk memenuhi kebutuhan hidup, dirinya membuka warung makan untuk mencari penghasilan.

Sebelum pandemi, berkesenian menjadi pemain ketoprak bisa menjadi pemasukan utamanya.

“Saya buka warung di Ambarbinangun Bantul, di sanaada kampung kuliner. Sebelum pendemi saya latihan-latihan terus,” jelasnya.

Merespon hal itu, Wakil Ketua DPRD DIJ Huda Tri Yudiana mengatakan, perlu adanya sinergi antara seniman dan Pemerintah DIJ untuk mewujudkan kesejahteraan seniman.

“Mereka menawarkan sinergi dengan pemerintah agar program bisa lebih melibatkan masyarakat dengan keahlian yang dimiliki. Apalagi Jogja istimewa karena budaya,” jelasnya.

Huda meminta agar organisasi perangkat daerah (OPD) memberikan informasi terkait program kegiatan yang memungkinkan untuk melibatkan seniman sehingga bisa terjalin kolaborasi.

Mengingat seniman juga memiliki kreativitas yang tinggi.

“Bagus kalau Pemprov bikin informasi terbuka apa saja (program) yang bisa diakses masyarakat biar nanti semua orang tau. Selama ini sudah ada tapi masih kurang. Kita perbaiki agar bisa kita lebih penyebaran informasinya,” pungkasnya. (sky)

Pemerintahan