RADAR JOGJA – Kementerian Sosial RI pada tahun 2020 mempunyai target untuk menggradusi 1 juta KPM (Keluarga Penerima Manfaat). KPM adalah Penerima Bantuan di Program Keluarga Harapan.

Demikian disampaikan Kepala Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kemensos RI, Syahabbudin saat membuka Diklat E-learning Family Development Session (FDS)/P2K2 (Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga) Pendamping PKH di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jogjakarta, Kamis (19/11).

Syahabuddin menjelaskan, pendamping PKH adalah perpanjangan tangan pemerintah dalam rangka pengentasan kemiskinan di Indonesia. Pendamping menjadi tentara bagi Kemensos untuk memerangi kemiskinan, namun senjata para pendamping PKH adalah ilmu.

“Ilmu itulah yang akan digunakan untuk membuka pemikiran dan pengetahuan para KPM untuk meningkatkan taraf hidup menjadi lebih baik. Yang pada akhirnya Para KPM akan tergraduasi lulus dari PKH dan lepas dari kemiskinan,” ujar Syahabbudin.

Diklat elearning FDS/P2K2 Pendamping PKH menjadi salah satu upaya Kemensos meningkatkan kompetensi dan pengetahuan pendamping PKH. BBPPKS Jogjakarta sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Badan Pendidikan, Penelitian dan Penyuluhan Sosial Kementerian Sosial menjadi lembaga yang mendidik dan melatih SDM Kesejahteraan Sosial termasuk Pendamping PKH.

BBPPKS Jogjakarta sendiri memiliki wilayah kerja Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Bali, Nusa Tenggara Timur dan Nusa tenggara Barat. Pelaksanaan Diklat E-learning FDS/P2K2 sudah memasuki gelombang terakhir yaitu gelombang 11 yang dilaksanakan pada 19 sd 30 November 2020 secara online.

Peserta diklat sebanyak 161 orang peserta dari Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT. Peserta di bagi menjadi 5 kelas dan masing masing kelas diampu oleh fasilitator yang merupakan Widyaiswara BBPPKS Jogjakarta.

Selama 10 hari peserta akan menerima materi mengenai Pengasuhan dan Pendidikan Anak, Pengelolaan Keuangan Keluarga, Kesehatan dan Gizi, Perlindungan Anak, Disabilitas dan Lanjut Usia.

Dalam kesempatan tersebut Syahabbudin juga menyampaikan pesan Menteri Sosial Juliari Batubara kepada seluruh SDM PKH yaitu, pertama, tetap menjadikan Pancasila dan NKRI sebagai harga mati. Kedua, jangan pernah memegang KKS KPM. Ketiga, kalau ada labelisasi di rumah KPM dalam bentuk rumah kelompok miskin, tolong diganti menjadi kelompok penerima manfaat atau prasejahtera, jangan sampai anak-anak jatuh mental.

Keempat, yang akan berafiliasi atau mencalonkan diri atau menjadi tim sukses tolong keluar dari SDM PKH. Jagalah nama baik Kementerian Sosial.

Selanjutnya setelah mengikuti diklat Para pendamping PKH wajib menyampaikan materi materi tersebut kepada para KPM. Di situlah peran pendamping PKH bertugas menyampaikan berbagai informasi FDS dengan kultur atau budaya masyarakat setempat. (*/ita/ila)

Pemerintahan