RADAR JOGJA – Anggota MPR RI GKR Hemas menyebut di DIJ tidak ada orang kelaparan. Karena warganya yang sangat perhatian dengan tetangga dan saudaranya. Itu disebabkan budaya di DIJ yang sangat sesuai dengan semangat Pancasila.

“Saat di Jakarta salah satu yang bisa disombongkan adalah tidak ada orang kelaparan di DIJ, karena warganya saling mendukung dan membantu,” kata GKR Hemas dalam sosialisasi Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI di kantor perwakilan DPD RI Perwakilan DIJ, Jumat (6/11).

Menurut dia, kebiasaan warga DIJ saling sapa dengan tetangga, bisa memastikan kondisi tetangganya. Termasuk kebiasaan untuk saling berbagi makanan. GKR Hemas menyebut, budaya Jogja adalah budaya yang sangat sesuai dengan Pancasila.

“Jangan ragu untuk mencintai budaya Jogja dengan selalu menjaganya,” ajak istri Gubernur DIJ Hamengku Buwono X itu.

Ibu lima puteri itu menambahkan, sesuai Pancasila, Jogja mempunyai sila kesatu pada Blangkon yang dipakai di kepalanya. Sila kedua dalam gamelan dan tarian, yang selalu melambangkan kemanusiaan, keadilan dan peradaban.

Sila ketiga dalam filosofi garis imajiner Merapi-Tugu-Keraton-Panggung Krapyak dan Pantai Selatan. Sila keempat dalam pemerintahan Keraton yang berlandaskan Tahta Untuk Rakyat. “Dan sila kelima dalam budaya perayaan sekaten,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, senator DPD RI dari DIJ itu menyayangkan generasi saat ini yang sudah tidak menjalankan semangat Pancasila. Demonstrasi penolakan Omnibus Law yang berakhir dengan anarkis, termasuk di DIJ, disebutnya jadi contoh.

Hemas mengatakan, demonstrasi merupakan hal yang lumrah untuk menunjukkan ketidaksepakatan dengan kebijakan pemerintah. Tapi tidak seharusnya dilakukan dengan anarkis.

“ternyata masih banyak anggota masyarakat yang belum meresapi nilai-nilai Pancasila ke dalam hati dan perasaaanya, dan tentu saja ke dalam perilaku dan tindakan sehari-hari,” katanya.

Karena itu dia meminta menghidnu demo-demo yang tidak bermanfaat dan hanya mengundang anarki. Demo yang malah disusupi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu juga mewujudkan sila kelima Pancasila, yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dengan memperhatikan lingkungan sekitar kita. Berikan bantuan bagi mereka yang membutuhkan. Gerakkan perekonomian dengan berbelanja di masyarakat sekitar. “Lakukan aktivitas ekonomi yang kreatif dan bermanfaat, sehingga bisa menghilangkan kemiskinan di sekitar kita,” ungkapnya. (naf/ila)

Pemerintahan