RADAR JOGJA –┬áDinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten (Disdukcapil) Sleman melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Tertib Adminduk di Padukuhan Gamping Lor, Ambarketawang, Gamping, Kamis (1/10). Bersamaan dengan monev, dilakukan pula pelayanan mobile berupa pelayanan akra kelahiran, akta kematian, serta perekaman kartu tanda penduduk elektronik (KTP el).

Kepala Disdukcapil Sleman Jazim Sumirat menjelaskan, program Sosialisasi Informasi dan Rekam Adminduk (Sisir Adminduk) adalah inovasi pelaksanaan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor Nomor 470/837/SJ tentang Gerakan Indonesia Sadar Adminduk tertanggal 7 Februari 2018.

Inovasi tersebut, lanjut Jazim, memadukan beberapa kegiatan yakni sosialisasi kebijakan adminduk dengan audien keluarga tersasar. Yakni pengurua dan anggota PKK. Selain itu, pelayanan mobile perekaman KTP el, KIA, akta kelahiran dan akta kematian. “Dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi sampai ke tingkat padukuhan,” jelas Jazim.

Menurut Jazim, dalam paruh tahun pertama dilaksanakan 17 kali kegiatan. Berlokasi di 17 Kalurahan di 17 Kapanewon di Sleman. Sedangkan pada semester kedua, dilanjutkan dengan monev yang menyasar Kapanewon, Kalurahan, hingga Padukuhan tertunjuk.

Dari adanya program tersebut, Jazim berharap bisa mewujudkan masyarakat yang tertib adminduk. Yang mana kesadaran tersebut dibangun dari keluarga. Serta bisa mewujudkan kesadaran petugas untuk melayani masyarakat. “Dengan prinsip pelayanan publik yang efektif dan efisien,” tambahnya.

Selain itu, Jazim juga berharap bisa terbangunnya komitmen antara Dinas Dukcapil Kecamatan, Desa dan Padukuhan dalam upaya mewujudkan tertib adminduk. Selanjutnya, monev Tertib Adminduk akan dilanjutkan di Padukuhan Sombangan, Sumbersari, Moyudan pada Selasa (6/10). Serta Rabu (7/10) di Padukuhan Cibuk Kidul, Margoluwih, Seyegan.

Sementara itu, Panewu Gamping Ikhsan Waluyo mengapresiasi program Sisir Adminduk oleh Disdukcapil Sleman. Program yang juga dilaksanakan di tingkat Padukuhan tersebut, memudahkan masyarakat yang juga memiliki kendala bisa melakukan perekaman data. “Misalnya masyarakat yang sudah jompo dan terkendala dengan fisiknya, sehingga dengan Sisir Adminduk bisa terlayani,” kata Ikhsan.

Terlebih di masa pandemi, tambah Ikhsan, adanya program tersebut bisa membantu untuk mengurangi kerumunan di pelayaan Kecamatan maupun Kabupaten. Dengan Sisir Adminduk, masyarakat Gamping yang sudah melakukan perekaman data mencapai 80 persen lebih. “Selain kesadaran masyarakat, kami juga melakukan jemput bola juga, khususnya bagi warga yang terkendala fisik,” ungkapnya. (sce/eno/ila)

Pemerintahan