RADAR JOGJA – Masalah penyalahgunaan narkoba di Indonesia masih menjadi permasalahan penting yang harus ditanggulangi secara serius. Pada 2019, tercatat 180 orang dari 10.000 penduduk Indonesia usia 15-64 tahun pernah memakai narkoba selama satu tahun terakhir.

Dengan kata lain, prevalensi penyalahguna setahun pakai di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 1,8 % setara dengan 3.419.188 jiwa usia 15-64 tahun (BNN dan LIPI, 2020). Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan angka prevalensi penyalahguna narkoba di Indonesia akan menurun.

Kepala BNN Kota Yogyakarta AKBP Khamdani, S.sos  menjelaskan, salah satu bentuk program rehabilitasi yang digalakkan oleh Badan Narkotika Nasional dalam rangka menurunkan laju pervalensi penyalahguna narkoba khususnya penyalahguna narkotika adalah program rehabilitasi sukarela (voluntary rehabilitation).

Pada Jumat (25/9) BNN mengadakan kegiatan Pengelolaan Informasi dan Edukasi P4GN Melalui Placement Televisi Daerah (TVRI) dengan tema Partisipasi Publik dalam Meningkatkan Akses Rehabilitasi Sukarela.

Dijelaskan, untuk meningkatkan akses layanan rehabilitasi sukarela, upaya komunikasi informasi edukasi tentang rehabilitasi sukarela perlu ditingkatkan. Tujuannya supaya masyarakat memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang pentingnya rehabilitasi, prosedur, dan ketentuan hukum tentang rehabilitasi sukarela tidak dipidana.

”Selain itu juga untuk menggerakkan masyarakat baik keluarga sebagai intitusi terkecil dalam masyarakat maupun stakeholder terkait untuk berpartisipasi dalam memberikan pemahaman tentang rehabilitasi sukarela dan mengajak penyalahguna/pecandu narkotika untuk melaporkan diri ke IPWL,” ujarnya sebagai narasumber di kegiatan tersebut.

Khamdani menjelaskan kondisi penyalahgunaan narkoba di Jogjakarta khususnya Kota Jogja pada saat ini. Rehabilitasi sukarela sebagai salah satu upaya untuk menekan angka prevalensi penyalahguna narkoba, namun masih sedikit penyalahguna/pecandu yang melaporkan diri ke IPWL untuk mendapatkan layanan rehabilitasi karena berbagai faktor penyebab.

”Pentingnya partisipasi publik dalam meningkatkan jumlah penyalahguna/pecandu narkotika yang mengakses layanan rehabilitasi sukarela,” tuturnya.

Terobosan yang dilakukan BNN Kota Yogyakarta untuk meningkatkan partisipasi publik dalam rehabilitasi sukarela melalui “Strategi Komunikasi Informasi Edukasi dalam Layanan Rehabilitasi Sukarela Berbasis Institusi Kelurahan”.

Strategi ini berupaya menguatkan empat aspek penting dalam mendorong perubahan perilaku masyarakat untuk mendukung program rehabilitasi sukarela. Pertama, penguatan koordinasi fungsi rehabilitasi dan fungsi pencegahan di BNN Kota Yogyakarta untuk melaksanakan KIE layanan rehabilitasi sukarela.

Kedua, penguatan konten KIE layanan rehabilitasi yang komprehensif dan penyediaan media yang efektif untuk menyebarluaskan konten tersebut kepada masyarakat. Ketiga menguatkan institusi/pranata tingkat kelurahan sebagai mitra dalam KIE layanan rehabilitasi sukarela sehingga sampai unit terkecil masyarakat (keluarga). Keempat, berkoordinasi dengan berbagai stakeholder di Kota Jogja untuk mendapatkan dukungan.

Dalam terobosan ini, Kelurahan Brontokusuman terpilih sebagai pilot project/mitra BNN Kota Yogyakarta. Kelurahan Brontokusuman telah menjadi sasaran program pemberdayaan alternatif bidang P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) dan Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) bidang rehabilitasi BNN Kota Yogyakarta.

Oleh karena itu, dalam rangka menyosialisasikan rehabilitasi sukarela ke warga, BNN Kota Yogyakarta menyelenggarakan Pengelolaan Informasi dan Edukasi P4GN Melalui Placement Televisi Daerah di Televisi Republik Indonesia (TVRI) dalam program Angkringan dengan format talkshow. (*/kus/ila)

Pemerintahan