RADAR JOGJA – Saat ini sedang diusulkan agar Penderita TBC yang masuk dalam Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan(PKH) akan mendapatkan bantuan atau menjadi salah satu komponen penerima bantuan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemensos RI, Hartono Laras kepada 400 pendamping PKH dalam Diklat Family Development Session Pendamping PKH Gelombang VII di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Jogjakarta, Selasa (22/9).

“Hal tersebut menjadi salah satu skema Perlindungan Sosial kepada masyarakat lapis bawah atau masyarakat dengan tingkat kehidupan paling bawah. Nantinya akan seperti anak sekolah, lanjut usia, dan disabilitas yang sudah masuk dalam komponen penerima bantuan dalam KPM PKH,” jelas Hartono.

Hartono mengungkapkan, PKH menjadi program prioritas nasional yang tidak hanya dalam hal pemenuhan kebutuhan dasar namun juga bertujuan untuk peningkatan kehidupan ekonomi para penerima manfaatnya.

Menurut Sekjen Kemensos tersebut, saat ini sedang disiapkan Program Kewirausahaan Sosial bagi para Penerima Bantuan PKH yang telah tergraduasi mandiri, yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan level kehidupan ekonomi masyarakat, terutama KPM Graduasi.

“Kemensos bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung pelaksanaan Program Kewirausahaan Sosial seperti Himpunan Bank Negara (Himbara) yang akan memberikan bantuan Kredit Usaha,” imbuhnya.

Pihaknya pun menyadari program tersebut menjadi penting karena Kemensos sendiri sebagai perpanjangan tangan negara dituntut untuk selalu hadir dengan program-program sosial di tengah masyarakat, terutama menangani masalah kemiskinan dan permasalah sosial lainnya.

Diklat Pendamping PKH Gelombang VII di Balai Besar pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial Jogjakarta ini diikuti sekitar 400 peserta. Diklat ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kompetensi para pendamping PKH. (*/ita/ila)

Pemerintahan