RADAR JOGJA – BNN Kota Yogyakarta melakukan kegiatan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) terkait tentang Rehabilitasi Sukarela bekerja sama dengan BNNP DIY, kegiatan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) ini dilaksanakan pada hari Rabu (16 /9).

Bertempat di Balkondes Sentolo, kegiatan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) ini menghadirkan masyarakat Desa Sentolo, yang didalamnya dilibatkan seperti perkumpulan ibu-ibu PKK, Karang Taruna, serta beberapa tokoh masyarakat seperti Dukuh, Ketua RW dan Ketua RT.

Kegaiatan KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) ini dimulai kurang lebih pada pukul 09.00 WIB dengan diawali materi yang disampaikan oleh Kepala BNNP DIY, yang dalam penyampaiannya memaparkan tentang bagaimana kondisi permasalahan yang ada di DIY saat ini pada khususnya serta kondisi permasalahan narkoba secara lingkup luas. Permasalaham narkoba yang terjadi meliputi banyak factor, antara lain pengedar yang semakin banyak dengan kondisi perekonomian seperti sekarang ini, lalu tingkat modus yang digunakan semakin bervariasi, dan tentunya kurang taunya pengetahuan masyarakat tentang pencegahan yang bisa dilakukan untuk menjaga diri dan lingkungannya.

Setelah pembahasan tentang kondisi permasalahan narkoba yang telah disampaikan oleh Kepala BNNP DIY Drs Nanang Hadiyanto. Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan materi tentang rehabilitasi sukarela yang disampaikan oleh Kepala BNN Kota Yogyakarta Khamdani S.Sos.

Materi tentang rehabilitasi sukarela ini sebenarnya menjadi sebuah hal baru bagi masyarakat, apalagi dengan adanya beberpa mindset yang terjadi dimasyarakat. ”Kami sadari bersama bahwa masyarakat masih menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh BNN akan berujung pidana, sehingga masih ada sekat dan tembok komunikasi antara BNN dengan masyarakat,” ujar Khamdani.

Melalui kegiatan ini disampaikan oleh Kepala BNN Kota Yogyakarta tentang proses rehabilitasi sukarela. Program ini adalah mengajak masyarakat untuk berani melaporkan diri jika dirinya sendiri, keluarga bahkan orang dilingkungannya ada yang ingin rehabilitasi. Masyarakat yang dengan sukarela melapor kepada BNN tidak akan dipidana, melainkan malah akan dibantu untuk terlepas dari kecanduan akan narkoba.

“Harapan dari program rehabilitasi sukarela ini sendiri adalah untuk mengurangi tingkat pecandu narkoba, logikanya adalah ketika seseorang bisa pulih dengan cara rehabilitasi sukarela maka berbanding lurus dengan permintaan narkoba dipasar. Tagline dari program rehabilitasi sukarela  ini sendiri adalah Rehabilitasi Sukarela Tidak Dipidana,” tuturnya.

Pada akhir acara KIE (Komunikasi Informasi Edukasi) ini BNN mengajak masyarakat untuk bergabung di WAG yang sudah dibuatkan sebagai sarana sharing pengetahuan dan berbagi informasi. WAG ini sendiri juga merupakan pola komunikasi baru sebagai strategi mendukung program P4GN. Harapannya semakin banyaknya pengetahuan masyarakat tentang pola rehabilitasi maka akan mengurangi angka pecandu narkoba dan program P4GN dapat terlaksana dengan baik. (*/kus/ila)

Pemerintahan