RADAR JOGJA – DPRD DIJ tengah membahas perubahan Perda DIJ Nomor 10 Tahun 2011 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Tujuannya untuk mengamankan keberadaan lahan pertanian berkelanjutan agar tidak berubah fungsi. Selain itu DPRD DIJ juga mengusulkan pemberian insentif bagi petani pemilik lahan berkelanjutan termasuk beasiswa pendidikan untuk anak-anak mereka. 

Anggota Komisi B DPRD DIJ Nurcholis Suharman menjelaskan, banyak aspek yang harus diperhatikan untuk mempertahankan lahan pertanian, terutama dari sisi petani selaku penggarap dan pemilik lahan. Oleh karena itu, menurutnya, pemberian insentif harus terealisasi dengan mudah. Harapannya keluarga petani bisa lebih sejahtera tanpa harus menjual lahan untuk dialihfungsikan.

“Misalnya disediakan sarana irigasi yang memadai tetapi harus melalui proposal, diverifikasi, jangan sampai terbentur dengan prosedur seperti itu. Harus ada gerakan agar insentif betul-betul dirasakan untuk petani yang lahannya berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (8/9).

Sedangkan beasiswa bagi anak petani, Nurcholis mencontohkan, dengan kuota khusus untuk masuk ke SMA Negeri sesuai dengan zonasinya. Kemudian pemerintah bisa bekerja sama dengan sejumlah kampus untuk pemberian beasiswa melanjutkan ke perguruan tinggi.

“Ini supaya mereka tidak hanya mengandalkan tanahnya untuk dijual dibangun rumah. Kami usulkan disekolahkan sampai perguruan tinggi, kerja sama dengan UGM misalnya. SMA jadi kewenangan Pemerintah Provinsi, bisa jadi pembicaraan khusus misalnya anak petani diberikan kuota khusus,” tandasnya. (sky/tif)

Pemerintahan