RADAR JOGJA – Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) yang telah graduasi dan memiliki potensi berwirausaha akan mendapatkan stimulus melalui ProKUs (Program Kewirausahaan Sosial) dari Kementerian Sosial RI.

Hal tersebut disampaikan Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos RI Edi Suharto saat memberikan materi pada Peserta Diklat Family Development Session (FDS) Pendamping PKH Gelombang ke-V di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahtreraan Sosial (BBPPKS) Jogjakarta, Senin (24/8).

“Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial mempunyai Program Unggulan yang akan segera dilaksanakan yakni ProKUs atau Program Kewirausahaan Sosial yang merupakan program lanjutan dari PKH,” ungkap Edi.

Para Penerima Manfaat yang graduasi secara mandiri dan mempunyai potensi untuk mengembangkan usahanya akan dibantu dengan diberi modal dan berbagai pelatihan kewirausahaan.

Ke depan, lanjut Edi, para pendamping PKH dimohon untuk mendata para KPM Graduasi yang dirasa mampu dan memiliki keinginan untuk memajukan usahanya sehingga pemberian lebih tepat sasaran.

Inti dari program ini, menurut Edi,  adalah kombinasi dari bisnis dan kegiatan sosial. Kementerian Sosial bertekad untuk menaikkan taraf hidup para penerima Bantuan Sosial PKH agar lepas dari kemiskinan dan memulai bisnis atau usahanya sendiri dengan belajar pada pihak-pihak yang kompeten, dalam hal ini pengusaha profesional.

Sedangkan dalam waktu dekat Kementerian Sosial akan meluncurkan Program Beras kepada 10 juta Penerima Program Keluarga Harapan. Bantuan berupa Beras medium yang akan disalurkan oleh bulog-bulog yang ada di daerah masing-masing.

Edi meminta kepada para pendamping PKH untuk ikut mensosialisasikan mengenai program beras tersebut kepada KPM dan diberi pengertian bahwa beras yang diberikan jenis medium agar tidak terdapat polemik di lapangan.

“Sinergi dari seluruh Direktorat di Kementerian Sosial diharapkan dapat mempercepat keberhasilan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan bagi seluruh rakyat Indonesia yang saat ini masih berada di bawah garis kemiskinan,” tutupnya. (*/ita)

Pemerintahan