RADAR JOGJA – Pemilihan 48 Kepala Desa di Kabupaten Sleman terpaksa diundur setelah pelaksanaan Pilkada Serentak Desember mendatang. Hal tersebut ditanggapi positif oleh Ketua Komisi A DPRD Sleman Ani Martanti. Sebab menurutnya penundaan merupakan langkah terbaik di tengah situasi Pandemi Covid-19 yang makin meningkat saat ini.

“Kemendagri mentinstruksikan untuk menunda. Pandemi di Sleman memang meningkat, jadi jangan sampai memaksakan diri untuk melaksanakan Pilkades dan menjadi klaster (Covid-19) baru. Mau tidak mau nanti bupati mengeluarkan SK penundaan lagi,” jelasnya, Selasa (11/8).

Kendati demikian belum dipastikan kapan Pilkades yang akan dilakukan demgan e-voting ini dilaksanakan. Entah setelah pemilihan atau penetapan bupati dan wakil bupati terpilih. 

Pemerintahan